Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Menteri PPN: Rakyat Keburu Mati Jika Tunggu Lapangan Kerja Tanpa Makan Bergizi

Menteri PPN: Rakyat Keburu Mati Jika Tunggu Lapangan Kerja Tanpa Makan Bergizi
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy.
Jum'at, 30 Januari 2026 08:00 WIB

JAKARTA – Pemerintah memberikan sinyal kuat bahwa pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan jauh lebih diutamakan dibandingkan upaya perluasan lapangan pekerjaan dalam waktu dekat.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa meski keduanya penting, MBG memiliki tingkat urgensi yang tidak bisa ditunda. Ia menanggapi kritik masyarakat yang lebih menginginkan kemandirian ekonomi melalui pekerjaan daripada sekadar bantuan pangan.

"Saya mengatakan MBG lebih mendesak daripada lapangan kerja. Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati," tegas Rachmat dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place, Kamis (29/1/2026).

Langkah pemerintah ini didasari atas temuan kondisi memprihatinkan di daerah tertinggal. Rachmat menceritakan pengalamannya saat mendampingi presiden ke pelosok, di mana ia menemukan anak-anak usia sekolah menengah yang mengalami ketertinggalan kognitif akibat kelaparan yang sistemik.

Ia memaparkan bahwa banyak siswa SMP dan SMA yang bahkan belum mampu baca tulis. Hal ini dianggap sebagai kegagalan pemenuhan dasar yang harus segera diperbaiki melalui program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita, mereka lapar, mereka kelaparan. Makan bergizi adalah bagian daripada pembangunan yang harus diselesaikan," urainya.

Menteri PPN ini juga mengingatkan agar fokus pembangunan nasional tidak lagi hanya bertumpu pada proyek fisik. Baginya, MBG adalah bentuk pembangunan infrastruktur sosial yang menjadi fondasi utama sebelum masyarakat mampu bersaing di dunia kerja.

"Mohon kita tidak dibatasi pada infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur sosial. Mohon kita dibantu untuk menyelesaikan persoalan dasar kita," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww