Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Benteng Tak Kasat Mata: RI Aktifkan Sensor Suhu Bandara Cegah Infiltrasi Virus Nipah

Benteng Tak Kasat Mata: RI Aktifkan Sensor Suhu Bandara Cegah Infiltrasi Virus Nipah
Ilustrasi (net)
Jum'at, 30 Januari 2026 08:33 WIB

JAKARTA – Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap virus Nipah, Indonesia memilih langkah cepat dengan memperkuat pertahanan di gerbang-gerbang internasional. Pemerintah memastikan bahwa sistem keamanan kesehatan di seluruh bandara kini telah beralih ke mode waspada melalui pemanfaatan teknologi deteksi dini.

Benjamin, juru bicara pemerintah terkait, menegaskan bahwa skema perlindungan masyarakat kini berfokus pada "filtrasi" ketat di pintu masuk negara. Alat deteksi suhu tubuh yang telah terintegrasi secara otomatis menjadi instrumen utama untuk memutus rantai potensi penularan sebelum masuk ke lingkungan masyarakat.

"Indonesia itu otomatis sudah melakukan skrining. Jadi kita punya alat deteksi di airport yang mana pasien dengan suhu tinggi sudah bisa langsung terdeteksi," ungkap Benjamin, Jumat (30/1/2026).

Meskipun sistem pertahanan ini sudah aktif, Benjamin memberikan catatan bahwa pemerintah saat ini belum merasa perlu untuk menerapkan protokol "skala penuh" seperti saat masa pandemi COVID-19. Fokus utama saat ini adalah pengawasan ketat berbasis suhu tubuh dan pemantauan data global secara real-time.

Upaya pencegahan dini ini merupakan langkah protektif untuk menjamin stabilitas kesehatan nasional. Dengan memantau pergerakan virus Nipah di kancah internasional, pemerintah dapat segera menyesuaikan kebijakan pintu masuk negara jika situasi dianggap semakin mengancam.

Langkah ini mengirimkan pesan kuat bahwa Indonesia kini lebih siap secara infrastruktur dalam menghadapi potensi ancaman wabah baru, dengan mengutamakan pengawasan teknologi yang lebih presisi dan efisien di lini depan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Kampus, Kuliner, Kesehatan
wwwwww