Rekening Nasabah Medan Dibobol Lewat Aplikasi Palsu Berkedok Pajak
![]() |
| Ilustrasi Scammer (net) |
MEDAN – Kasus kejahatan digital kembali menimpa nasabah perbankan. Seorang dokter berinisial DT mengaku kehilangan dana hingga Rp 2 miliar setelah terperangkap penipuan bermodus petugas pajak palsu yang memanfaatkan proses perbaikan data perpajakan secara daring.
Kejadian ini berawal dari diterimanya Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan Keterangan (SP2DK) dari KPP Medan Polonia, Jumat (10/10/2025). Surat tersebut meminta klarifikasi data pajak milik DT. Menindaklanjuti hal itu, DT mendatangi kantor pajak dan bertemu seorang pegawai bernama AR, Rabu (20/11/2025), untuk memberikan penjelasan.
Sehari setelah pertemuan tersebut, pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal masuk ke ponsel DT. Sekitar pukul 10.00 WIB, pengirim mengaku sebagai petugas pajak dan mengirimkan dokumen coretax untuk kebutuhan pelaporan SPT 2025. Akun WhatsApp itu menggunakan logo Direktorat Jenderal Pajak serta mengirimkan surat berkop Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Isi surat menyebutkan adanya kesalahan data alamat rumah DT di sistem pajak yang harus segera diperbaiki. Pelaku lalu menawarkan dua pilihan, datang langsung ke kantor pajak pada hari Senin atau perbaikan secara online yang dipandu sekitar 20 menit. DT memilih opsi daring.
Korban kemudian diminta melakukan sambungan video call melalui ponsel dan laptop secara bersamaan dengan fitur share screen. Ia diarahkan mencari Play Store, namun disebut tidak tersedia dan digantikan pencarian melalui peramban yang tampilannya menyerupai Chrome. Dari sana, DT diminta mengunduh aplikasi dengan nama file CORETAX1_0_69_20251029.apk.
“Setelah file diunduh, muncul notifikasi keamanan seolah tidak ada masalah. Saya diminta membuat ID dan kata sandi,” ujar DT.
Ia menjelaskan, proses unduhan di layar ponselnya berjalan tidak normal, persentase terus berulang dari awal hingga memakan waktu hampir satu jam. Selama proses tersebut, pelaku terus mengingatkan agar layar ponsel tidak disentuh.
“Penipu mengancam halus, katanya kalau layar HP tersentuh, proses perbaikan data akan mengulang dari awal,” katanya.
Di tengah proses itu, DT sempat melihat notifikasi transaksi dari OCBC muncul singkat di layar. Rasa curiga muncul, ia mencoba menekan tombol refresh beberapa kali, lalu mematikan ponsel selama sekitar 10 menit. Namun, transaksi ilegal sudah terjadi dan dana di rekeningnya berpindah ke sejumlah rekening tak dikenal.
DT mengungkapkan, penipu mencoba melakukan pembobolan sebanyak 14 kali, dengan dua kali gagal. Pada Bank Permata tercatat dua transaksi, yakni pembayaran meterai Rp 10 ribu atas instruksi penipu dan pembobolan dana Rp 4,5 juta. Upaya pembobolan juga terdeteksi di HSBC, namun gagal karena sistem keamanan.
Korban yang panik segera menghubungi pihak bank sekitar pukul 16.00 WIB hari yang sama dan diminta membuat laporan polisi. Laporan tersebut selesai dibuat pukul 20.00 WIB dan diserahkan ke pihak Bank OCBC dengan nomor STTLP/B/967/XI/2025/SPKT/POLSEK Medan Baru.
DT juga menemui Kepala KPP Medan Polonia, Senin (24/11/2025), untuk menyampaikan dugaan kebocoran data. Ia menilai penipu mengetahui detail data pribadi korban, termasuk nama pegawai pajak yang ditemuinya sehari sebelum kejadian. Pihak KPP menyatakan akan melakukan investigasi serta evaluasi pengamanan data wajib pajak.
Sementara itu, pihak bank pada Kamis (11/12/2025), menurut DT, menyebut seluruh transaksi telah memenuhi aspek keamanan online banking dan notifikasi telah dikirimkan ke nasabah. Pernyataan tersebut dinilai korban mengecewakan.
“Tidak ada konfirmasi langsung lewat telepon, padahal terjadi transaksi bertubi-tubi dalam jumlah besar yang di luar profil saya,” ungkapnya.
Kasus ini juga telah dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan dan mendapat respons. DT berharap perbankan dapat memperketat sistem perlindungan dana nasabah agar kasus serupa tidak kembali terulang.
“Dengan semakin canggihnya peretasan dan maraknya kebocoran data, bank seharusnya lebih tanggap melindungi dana nasabah,” tutup DT. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah, Pasar & Niaga |







