Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
16 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
19 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
19 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
5 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Pascabanjir, Sampah di Medan Melesat hingga 6.000 Ton per Hari

Pascabanjir, Sampah di Medan Melesat hingga 6.000 Ton per Hari
Sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (foto: antara foto/yudi manar)
Senin, 08 Desember 2025 19:13 WIB

MEDAN – Kota Medan menghadapi gelombang baru persoalan setelah banjir besar 27 November 2025 surut. Ribuan ton sampah yang menumpuk di ruas jalan, halaman rumah, dan ruang publik kini menjadi pekerjaan darurat terbesar pemerintah kota dalam proses pemulihan.

Wali Kota Medan, Rico Waas, mengungkapkan volume sampah melonjak tajam hingga empat kali lipat. Biasanya hanya 1.500 ton per hari, kini mencapai 5.000 ton, bahkan sempat menembus 6.000 ton dalam satu hari. “Hari ini bisa mencapai 5.000-an ton. Bahkan pernah di satu hari, tiga hari ke belakang, itu pernah ada 6.000 ton per harinya,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Lonjakan drastis ini dipicu oleh rumah-rumah warga yang dipenuhi lumpur serta barang-barang yang tidak dapat diselamatkan. Dari perabotan hingga pakaian, semuanya berubah menjadi tumpukan sampah pascabanjir. “Banyak barang yang rusak dan dibuang. Makanya terlihat adanya penumpukan sampah di beberapa ruas jalan. Sekarang masih dalam proses pembersihan,” sebutnya.

Rico menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk terjun membantu warga membersihkan rumah yang dipenuhi lumpur. Ia menyebut sebagian besar rumah terdampak membutuhkan penyemprotan, pengangkutan sampah, dan bantuan tenaga tambahan untuk memulihkan kondisi dasar tempat tinggal.

“Tentunya banyak lumpur, sampah. Itu kita lakukan pembersihan lewat Damkar dan rekan-rekan kewilayahan,” jelasnya.

Tidak hanya soal kebersihan, pemulihan kesehatan warga juga menjadi perhatian utama. Puskesmas dan rumah sakit diminta memberikan pelayanan cepat bagi masyarakat yang mulai terserang penyakit kulit, diare, pusing, hingga syok akibat terdampak banjir. “Kami minta seluruh rumah sakit menangani pasien-pasien tersebut,” ujarnya.

Rico menambahkan, Pemkot Medan melalui Disdukcapil dan kecamatan se-Kota Medan telah membuka layanan pemulihan dokumen pribadi warga yang rusak atau hilang akibat banjir, mulai dari KTP, KK, hingga Kartu Identitas Anak. Semua proses pemulihan dokumen diprioritaskan.

Sementara itu, pemerintah kota bersama BPBD masih menghitung total kerugian yang ditimbulkan. Kerusakan rumah warga, fasilitas ibadah, dan infrastruktur jalan tengah didata satu per satu. “Sampai sekarang masih dalam pendataan dengan rekan BPBD,” katanya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Balai Kota, Lingkungan
wwwwww