Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
![]() |
Penulis: Afrila Yobi
Juru racik PSPS, Akhyar Ilyas secara terbuka menyebut faktor mental menjadi biang kerok kelengahan timnya di awal laga. Keputusan merotasi susunan sebelas pertama untuk menyiasati jadwal padat berujung pada kepanikan di atas lapangan, terutama saat merespons intensitas serangan cepat dari tim tamu yang berstatus penghuni kasta tertinggi kompetisi tanah air.
"Mungkin beberapa pemain yang jarang tampil, kemudian bertemu tim yang juga bagus, sedikit nervous. Sayangnya, kita terlalu cepat kebobolan dan itu membuat pemain semakin tertekan," bebernya saat memberikan keterangan pers usai pertandingan.
Kendati harus menelan kekalahan perdana di kandang, Akhyar menilai anak asuhnya perlahan mampu keluar dari tekanan saat paruh kedua bergulir. Skema permainan yang mulai cair di lini tengah sempat merepotkan pertahanan Bhayangkara. Sayangnya, momentum tersebut gagal diimbangi dengan ketenangan penyelesaian akhir di sepertiga wilayah lawan.
Ia turut menyoroti rentetan kesalahan mendasar dari timnya, mulai dari lemahnya kontrol bola hingga akurasi umpan yang justru menjadi bumerang mematikan bagi pertahanan sendiri. Tiga gol yang disarangkan skuad Bhayangkara, dinilainya bersumber murni dari kelalaian antisipasi pemain PSPS ketimbang variasi serangan lawan.
Di balik taktik rotasi yang gagal membuahkan hasil manis, staf pelatih PSPS ternyata dihadapkan pada situasi dilematis terkait kondisi kebugaran fisik pemain. Waktu pemulihan skuad diketahui hanya berkisar dua hingga tiga hari pasca melakoni dua lawatan tandang beruntun melawan Persikad Depok dan Adhyaksa FC.
"Kita punya waktu pendek sekali setelah pulang dari dua pertandingan. Dari awal memang kita ingin menyimpan beberapa pemain supaya lebih bugar. Kita melihat siapa yang lebih bugar, dia yang akan main," urainya menjelaskan strategi tim.
Eksistensi turnamen I.League Cup sejatinya disambut baik oleh Akhyar sebagai panggung pembuktian bagi amunisi cadangan yang selama ini minim jam terbang. Namun, ia berharap penyelenggara dapat mengevaluasi jarak antarpertandingan demi menjaga kualitas kompetisi serta meminimalisir risiko cedera pada atlet.
Ke depan, tim kepelatihan akan segera mengevaluasi mental bertanding dan koordinasi antarlini skuad Askar Bertuah. Hal ini menjadi krusial mengingat fokus utama dan energi terbesar PSPS Pekanbaru musim ini tetap dipertaruhkan untuk memburu tiket promosi di ajang Pegadaian Championship atau Liga 2. ***










