Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
16 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
18 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
19 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
4 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Keuangan Menipis, Pesisir Selatan Dinilai Butuh Bantuan Pusat Segera

Keuangan Menipis, Pesisir Selatan Dinilai Butuh Bantuan Pusat Segera
Puluhan rumah di Nagari Ganting Mudiak Utara Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, rata dengan tanah usai diterjang banjir.
Senin, 08 Desember 2025 19:31 WIB

PADANG – Kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke kawasan terdampak bencana di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Sabtu (6/12/2025), membuka gambaran nyata betapa beratnya beban yang kini ditanggung Pemerintah Provinsi Sumatra Barat. Di tengah kerusakan luas dan wilayah yang masih terisolasi, kemampuan keuangan daerah disebut semakin menipis.

Anggota Komisi VIII, Matindas J Rumambi, menegaskan perlunya penetapan status bencana nasional untuk mempermudah mobilisasi bantuan lintas kementerian dan provinsi. “Kondisi keuangan daerah saat ini agak kesulitan, sehingga penting untuk ditetapkan sebagai bencana nasional,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Rombongan Komisi VIII memastikan BNPB dan Dinas Sosial telah turun membantu warga di Pesisir Selatan. Namun, menurutnya, skala bencana membuat penanganan tidak lagi memadai jika hanya mengandalkan fiskal daerah. Banyak kebutuhan mendesak yang belum terjawab karena keterbatasan anggaran dan akses.

“Kami ingin memastikan bahwa mitra kerja kami telah turun langsung ke lapangan. Tapi kebutuhan daerah jauh lebih besar dari kapasitas saat ini,” katanya.

Salah satu yang paling mendesak adalah pembangunan jembatan sementara untuk menghubungkan wilayah yang terputus. Kerusakan jalan membuat jalur darat tidak dapat diandalkan. Untuk sejumlah daerah, bantuan makanan dan kebutuhan penting harus dikirim menggunakan helikopter.

“Kami sudah lihat bahwa recovery jalan sedang dilakukan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa cepat teratasi,” jelasnya.

Matindas menilai, besarnya kerusakan serta keterbatasan akses menjadi alasan kuat mengapa dukungan nasional diperlukan. Ia menyebut Aceh, Sumatera Utara, hingga Kota Padang sebagai wilayah yang dapat bersama-sama mendorong penetapan status bencana nasional demi percepatan penanganan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota, Binawidya, Rumbai
wwwwww