Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
16 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
19 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
19 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
5 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Bantuan Mengalir ke Daerah Bencana, KPK Pastikan Tak Ada Celah Penyalahgunaan

Bantuan Mengalir ke Daerah Bencana, KPK Pastikan Tak Ada Celah Penyalahgunaan
Setyo saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (8/12/2025). (foto: kompas.com/wisang seto pangaribowo)
Senin, 08 Desember 2025 18:30 WIB

JAKARTA – Di tengah upaya besar memulihkan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dari bencana banjir serta tanah longsor, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil posisi strategis untuk memastikan aliran dana bantuan tidak menyimpang dari tujuan utamanya. Ketua KPK, Setyo Budianto, menyampaikan bahwa pengawasan akan dilakukan secara menyeluruh, meski fokus utama pemerintah saat ini adalah menyelamatkan para korban.

Dalam konferensi pers di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Senin (8/12/2025), Setyo menegaskan pentingnya menjaga integritas penyaluran bantuan di tengah situasi darurat.
"Prinsipnya, KPK tentu akan melakukan kegiatan pengawasan. Saat ini, proses yang lebih prioritas adalah tanggap terhadap para korban. Itu dulu yang harus dimaksimalkan," ungkapnya.

Menurut Setyo, KPK tidak hanya mengawasi distribusi awal, tetapi juga menyiapkan pendampingan birokrasi setelah bantuan tersalurkan.
"Nanti setelah itu, tentu ada kerja sama dengan pihak-pihak lain untuk melakukan pendampingan," jelasnya.

Ia memastikan seluruh aparat KPK dalam kondisi aman dan tidak terdampak bencana.
"Sementara yang ke sana tidak ada," tuturnya.

Di sisi lain, skala kerusakan yang ditimbulkan bencana mulai tergambar jelas dalam laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan pemulihan di tiga provinsi tersebut mencapai Rp51,82 triliun, berdasarkan perhitungan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Estimasi yang diperlukan dana adalah Rp51,82 triliun," kata Suharyanto dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.

Aceh menjadi daerah dengan dampak terberat, membutuhkan sekitar Rp25,41 triliun untuk memulihkan 37.546 rumah rusak dan berbagai fasilitas publik seperti jembatan, rumah ibadah, sekolah, puskesmas, hingga tambak dan lahan pertanian.
"Untuk Aceh saja, pemulihan sampai dengan saat ini membutuhkan anggaran Rp25,41 triliun," tambahnya.

Dengan kerusakan sebesar itu, keberadaan KPK sebagai pengawas dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah dana pemulihan benar-benar dipergunakan sesuai kebutuhan masyarakat dan bukan untuk kepentingan segelintir pihak. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww