Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
18 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
17 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
19 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
20 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
5 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Sepakbola
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Takluk 1-3 dari Bhayangkara FC, Oscar Bruzon Puji Semangat Juang Tuan Rumah
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Krisis Bencana dan Minim Anggaran, Pemerintah Pusat Diminta Turun Tangan Selamatkan 52 Kabupaten di Sumatra

Krisis Bencana dan Minim Anggaran, Pemerintah Pusat Diminta Turun Tangan Selamatkan 52 Kabupaten di Sumatra
Prabowo memimpin ratas bersama menteri-menteri usai peninjauan banjir di Aceh.
Senin, 08 Desember 2025 17:45 WIB

JAKARTA – Tekanan krisis yang melanda sejumlah daerah di Sumatra membuat Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyampaikan laporan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan 52 kabupaten di pulau tersebut kini berada dalam kondisi darurat anggaran karena terus menggunakan belanja tak terduga untuk merespons bencana yang terjadi beruntun.

Tito menjelaskan bahwa belanja tak terduga selama ini menjadi tameng pertama pemerintah daerah dalam menghadapi situasi genting—mulai dari penyediaan logistik, penanganan evakuasi, hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga. Namun, kemampuan anggaran itu makin tipis seiring meningkatnya jumlah warga terdampak dan kerusakan fasilitas di lapangan.

Bantuan dari pemerintah pusat berupa kebutuhan dasar seperti pangan, pakaian, hingga BBM telah disalurkan. Namun Tito menilai kebutuhan warga tidak berhenti pada itu saja.
"Di lapangan kami melihat kebutuhan lain yang tidak kalah penting seperti popok bayi dan keperluan perempuan," ujarnya saat melaporkan situasi terkini.

Total bantuan yang telah disalurkan pemerintah daerah mencapai Rp34 miliar untuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Namun angka tersebut dinilai tidak cukup untuk menopang penanganan darurat di 52 kabupaten. Tito kemudian mengusulkan bantuan Rp2 miliar per kabupaten untuk menutup kebutuhan dasar dan mempercepat pemulihan.
Tidak hanya itu, banyak kantor kecamatan yang rusak parah juga membutuhkan perhatian segera.
"Kantor camat desa banyak yang habis. Kami mohon ini bisa dibangun serempak karena banyak dokumen warga yang tersimpan di sana," ucapnya.

Presiden merespons cepat permintaan tersebut. Ia tidak hanya menyetujui bantuan tambahan, tetapi menaikkan nilainya menjadi Rp4 miliar per kabupaten.

Selain itu, Tito mengusulkan agar biaya pengurusan dokumen masyarakat yang hilang akibat bencana digratiskan setelah kantor kecamatan kembali berfungsi—mulai dari ijazah hingga STNK.
"Supaya tidak memberatkan masyarakat saat mereka mencoba memulai kembali, kami sarankan pengurusannya digratiskan," katanya.

Situasi ini memperlihatkan betapa beratnya beban pemulihan di Sumatra. Pemerintah pusat dan daerah kini bergerak lebih sigap untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi tanpa harus terkendala kemampuan anggaran daerah. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww