Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
22 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
19 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
8 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
4 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Umrah Saat Warga Mengungsi, Bupati Aceh Selatan Dicopot dari Ketua DPC Gerindra

Umrah Saat Warga Mengungsi, Bupati Aceh Selatan Dicopot dari Ketua DPC Gerindra
Sekjen Partai Gerindra Sugiono mengatakan partai memberhentikan Bupati Aceh Selatan Mirwan MS sebagai Ketua DPC karena pergi umrah saat warganya terkena bencana. (foto: antara foto/bayu pratama s)
Sabtu, 06 Desember 2025 17:30 WIB

JAKARTA – Keputusan Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, berangkat umrah ketika banjir dan longsor masih melanda wilayahnya berbuntut panjang. Partai Gerindra mencopot Mirwan dari posisi Ketua DPC Aceh Selatan setelah menilai sikapnya tidak sejalan dengan tanggung jawab kepemimpinan di masa darurat.

Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, menyatakan bahwa laporan mengenai keberangkatan Mirwan sudah diterima DPP.
"Sangat disayangkan sikap dan kepemimpinan yang bersangkutan. Karena itu, DPP Gerindra memutuskan memberhentikannya sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan," katanya, Jumat (5/12).

Mirwan berangkat umrah pada Selasa (2/12), hanya beberapa hari setelah menerbitkan surat ketidaksanggupan menangani tanggap darurat banjir dan longsor bernomor 360/1315/2025 pada Kamis (27/11). Di saat ia berangkat bersama keluarga, warga di kawasan Trumon masih bertahan di tenda pengungsian.

Keputusan itu memicu kekecewaan masyarakat yang menilai sang bupati mengabaikan situasi darurat hidrometeorologi yang sedang berlangsung. Kritik kian menguat setelah terungkap bahwa permohonan perjalanan luar negeri yang diajukan Mirwan pada 24 November 2025 telah ditolak Gubernur Aceh.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Aceh Selatan, Denny Saputra, membenarkan keberangkatan Mirwan dengan alasan kondisi daerah mulai membaik. Namun Pemerintah Aceh menyatakan sebaliknya.
"Gubernur telah menyampaikan balasan tertulis bahwa permohonan tersebut tidak dapat dikabulkan atau ditolak," ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Jumat (5/12).

Mualem menilai Aceh Selatan merupakan salah satu daerah terdampak paling parah sehingga tidak sepantasnya bupati meninggalkan wilayah saat status tanggap darurat masih berlaku. Ia menegaskan akan memberikan teguran kepada Mirwan karena dianggap tidak mengindahkan penolakan perjalanan luar negeri.
"Beliau akan melakukan teguran kepada Bupati Aceh Selatan," ucapnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Balai Kota, Parlemen
wwwwww