Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
22 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
22 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
20 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
8 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
5 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Lahar Semeru Menerjang Sumberlangsep, Warga Berjuang Keluar dari Kepungan Material Panas

Lahar Semeru Menerjang Sumberlangsep, Warga Berjuang Keluar dari Kepungan Material Panas
Erupsi Gunung Semeru dipantau dari Lumajang, Jawa Timur, Rabu (19/11/2025).
Sabtu, 06 Desember 2025 16:21 WIB

JAKARTA – Kepanikan melanda warga Dusun Sumberlangsep ketika lahar hujan dari Gunung Semeru tiba-tiba naik ke permukiman, Jumat (5/12/2025) sore. Suara gemuruh dari aliran yang membawa pasir dan uap panas itu memaksa warga meninggalkan rumah tanpa banyak waktu untuk menyelamatkan barang berharga.

Rekaman warga memperlihatkan lahar mengepul di sepanjang aliran Sungai Regoyo sebelum menerobos pemukiman. Sembilan rumah diketahui terendam, sementara satu warung yang berada tepat di tepi sungai mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan petugas sempat kesulitan menjangkau lokasi karena jalan menuju dusun sepenuhnya tertutup material pasir.
"Ada 136 kepala keluarga yang terisolasi. Kondisi semalam tidak memungkinkan untuk asesmen karena akses masih tertutup banjir lahar," ujarnya, Sabtu (6/12/2025).

Ia menambahkan alat berat kini bekerja membuka jalur agar bantuan dapat masuk.
"Material pasir cukup tebal, sehingga harus dikeruk dulu agar kendaraan bisa melintas. Setelah terbuka, kami langsung kirim logistik dan melakukan pendataan," jelasnya.

Isnugroho menyebut warga sudah menjalankan langkah mitigasi dengan menyiapkan pos pengungsian serta lumbung dusun sebagai penyokong kebutuhan dasar. Ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada mengingat status Semeru berada pada Level III.
"Jarak aman yang direkomendasikan PVMBG harus diperhatikan agar risiko bisa ditekan," tambahnya.

Catatan pos pengamatan menunjukkan getaran banjir lahar hujan terekam satu kali selama hampir dua jam dengan amplitudo 35 mm, menandakan intensitas aliran cukup besar.

Lahar Dingin Meluncur 1 Kilometer dari Puncak

Gunung Semeru mencatat aktivitas vulkanik yang terus meningkat. Guguran lava teramati meluncur sejauh 800 meter hingga 1 kilometer ke arah Besuk Kobokan pada periode pemantauan 24 jam, Jumat (5/12). Letusan juga terjadi sebanyak 27 kali, dengan kolom asap setinggi 500–1.000 meter yang condong ke timur laut dan utara.

"Guguran lava terlihat lima kali, jaraknya sekitar 800 sampai 1.000 meter ke arah Curah Kobokan," urai Petugas Pos Pengamatan Semeru, Mukdas Sofian, dalam laporan tertulis yang diterima Sabtu (6/12/2025).

Aktivitas kegempaan menegaskan peningkatan tersebut. Tercatat 123 gempa letusan, 18 gempa guguran, 19 embusan, tujuh tremor harmonik, dan satu gempa tektonik jauh. Getaran banjir lahar juga kembali terekam dengan durasi dua jam lebih.

Pada pemantauan Sabtu dini hari, aktivitas Semeru belum menunjukkan tanda-tanda menurun. Petugas merekam 33 letusan, sembilan guguran, empat embusan, empat tremor harmonik dan tiga gempa tektonik jauh. Mukdas menegaskan seluruh rekomendasi PVMBG harus diikuti untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Rekomendasi tersebut mencakup larangan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak, serta larangan memasuki sektor tenggara hingga 13 kilometer di sepanjang Besuk Kobokan. Daerah hingga 17 kilometer juga berpotensi dilanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

Masyarakat turut diminta mewaspadai bahaya di sungai-sungai berhulu Semeru seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat yang dapat membawa guguran material sewaktu-waktu. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kampus, Warga Bertuah
wwwwww