Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
23 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
22 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
20 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
23 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
9 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
6
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
5 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Eks Kepala BMKG Beberkan Peringatan untuk Bobby Nasution soal Potensi Banjir Bandang

Eks Kepala BMKG Beberkan Peringatan untuk Bobby Nasution soal Potensi Banjir Bandang
Banjir di Tapanuli Selatan. (foto: antara/yudi manar)
Sabtu, 06 Desember 2025 16:02 WIB

JAKARTA – Gelombang banjir bandang yang meluluhlantakkan berbagai wilayah di Sumatera Utara rupanya bukan tanpa tanda. Mantan Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkap bahwa potensi bencana besar telah ia sampaikan langsung kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, jauh sebelum kejadian. Ia bahkan meninjau lapangan bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, pada Oktober 2025 untuk menekankan risiko tersebut.

Menurut Dwikorita, koordinasi dengan pemerintah daerah sudah dilakukan, namun skala bencana melampaui prediksi ilmiah.

"Kita belum membayangkan siklonnya itu akan segitu bandelnya… tapi fenomena banjir bandang sering terjadi dan koordinasi dengan pemerintah daerah itu sudah ada," tuturnya dalam diskusi di UGM, Sleman, Kamis (4/12/2025).

Ia menegaskan bahwa peringatan dini tersebut sempat ditindaklanjuti dalam pertemuan daring dengan Bobby Nasution. Pemprov Sumut dinilai cukup siaga, namun dampak bencana kali ini lebih dahsyat karena menerjang banyak daerah aliran sungai sekaligus. Kondisi itu, menurutnya, melampaui siklus 50 tahunan yang pernah ia teliti di kawasan Bahorok.

Dwikorita menyebut adanya faktor non-alamiah yang ikut memperparah bencana, yakni perubahan ekosistem akibat aktivitas manusia.

"Faktor antropogenik mengacaukan semua kesiapan. Sesungguhnya yang tidak boleh dilanggar adalah ekologi. Kalau ekologinya tidak benar, kesiapan kita selalu dilampaui oleh kejadian yang ada," tegas Guru Besar Geologi Lingkungan itu.

Ia memperingatkan bahwa ancaman serupa dapat terjadi di wilayah lain yang memiliki kontur mirip Pegunungan Bukit Barisan, termasuk Jawa, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Terlebih lagi, Desember 2025 sampai April 2026 merupakan periode tumbuhnya siklon di selatan ekuator—kondisi yang meningkatkan potensi hujan ekstrem.

"Guyuran hujan dari bibit siklon saja sudah cukup memicu tanah longsor dan banjir bandang di wilayah geologi rentan," ujarnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Binawidya
wwwwww