Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
14 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
12 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
12 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
14 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
18 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Jaringan Dua Ton Sabu Terbongkar: Siapa ‘DON’ yang Disebut Godfather Dewi Astutik?

Jaringan Dua Ton Sabu Terbongkar: Siapa ‘DON’ yang Disebut Godfather Dewi Astutik?
Dewi Astutik alias Mami yang terseret dalam jaringan penyelundupan dua ton sabu.
Kamis, 04 Desember 2025 15:09 WIB

JAKARTA – Di balik perjalanan Dewi Astutik alias Mami yang terseret dalam jaringan penyelundupan dua ton sabu, penyidik menemukan satu sosok kunci yang selama ini beroperasi dalam lingkaran paling gelap sindikat internasional: DON. Ia digambarkan sebagai figur yang mampu membuka pintu, menyediakan perlindungan, dan membentuk jalur kriminal Dewi saat berada di Kamboja.

BNN mengungkap penangkapan Dewi merupakan hasil koordinasi besar antara Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, hingga BAIS TNI di Sihanoukville. Dari penyelidikan awal, Dewi sebenarnya datang ke Kamboja untuk mencari keuntungan lewat praktik scamming. Namun perjalanannya berubah haluan ketika ia bersentuhan dengan DON.

DON disebut sebagai “caretaker” sekaligus “Godfather” yang membentangkan jaringan dan keamanan bagi Dewi.

"Di Cambodia PAR (Dewi Astutik) merasa bisa kendalikan semua jaringan dengan uang," ujarnya.

Menurut penyidik, kehadiran DON membuat Dewi merasa terlindungi dan berani membentuk struktur kerja yang lebih besar.

Kolaborasi keduanya kemudian menciptakan jaringan lintas benua. Dewi mengatur kurir dan mengawasi proses pengemasan sabu, sementara DON memasok barang dan menanggung biaya operasional. Jejaring ini menghubungkan Asia, Afrika, hingga Amerika Latin.

"Untuk detail pihak-pihak yang membantu selain DON, sedang dalam penyelidikan dan pendalaman," katanya.

Namun kerja sama itu terhenti mendadak. DON disebut sudah lama menjadi target US DEA dan akhirnya ditangkap sebelum Dewi. Ia dibawa ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum.

"Infonya DON menjadi DPO US DEA, sudah ditangkap dan dibawa ke US," ujarnya.

Sementara Dewi masuk red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024 dan menjadi buronan pemerintah Korea Selatan sebelum akhirnya ditangkap dalam operasi internasional.

Kini, perhatian aparat tidak hanya tertuju pada peran Dewi sebagai eksekutor lapangan, tetapi juga pada pengaruh DON yang mampu menghubungkan berbagai elemen jaringan. Pemahaman atas peran tokoh ini diyakini menjadi kunci untuk mengurai bagaimana sindikat besar tersebut bisa bertahan dan beroperasi lintas negara selama bertahun-tahun. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Cendekia, Kuliner, Balai Kota
wwwwww