Banjir Belum Surut, Agenda Kunker DPRD Padang Pariaman Jalan Terus
![]() |
| Sejumlah anggota Komisi I dan IV DPRD Padang Pariaman melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sleman, Selasa (2/12/2025). |
SLEMAN – Ketika sebagian warga Padang Pariaman masih menjemur pakaian yang basah diterjang banjir bandang, beberapa anggota Komisi I dan IV DPRD Padang Pariaman justru hadir di Kabupaten Sleman untuk melaksanakan kunjungan kerja, Selasa (2/12/2025). Langkah itu memunculkan tanda tanya baru: apakah agenda legislatif lebih penting daripada kondisi darurat di daerah?
Kunjungan tersebut langsung memancing perhatian publik, terutama karena ribuan warga di Padang Pariaman masih berada dalam masa pemulihan. Namun Ketua Komisi IV DPRD Padang Pariaman, Afredison, menegaskan bahwa agenda itu tidak dapat dibatalkan.
"Karena ini sudah terjadwal gitu aja. Sudah terjadwal dari awal karena ini kan di-Bamuskan," ujarnya di sela pertemuan di Sleman.
Afredison menambahkan bahwa surat pemberitahuan kunjungan telah dikirimkan ke Pemkab Sleman sejak akhir November. Menurutnya, pembatalan di saat terakhir akan menimbulkan kesan kurang profesional.
"Kita udah masuk surat, nggak jadi kan nggak enak juga," kata dia.
Namun ia memastikan sebagian anggota komisi tetap berada di Padang Pariaman untuk membantu penanganan bencana.
"Ada yang berangkat, ada yang tinggal di sana. Kita bagi-bagi," jelasnya.
Rombongan DPRD disambut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta. Pertemuan itu membahas berbagai persoalan, termasuk nasib tenaga honorer, program kesejahteraan masyarakat, serta koordinasi penanganan kebencanaan dan peran dinas sosial.
Warga Masih Berjuang di Kampung Halaman
Sementara itu, Padang Pariaman masih dihimpit dampak banjir bandang yang terjadi akhir November. Ribuan rumah terendam, lebih dari 10 ribu warga terdampak, dan sejumlah fasilitas umum belum berfungsi optimal. Presiden Prabowo Subianto bahkan turun langsung ke Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Senin (1/12/2025), untuk melihat kondisi pengungsian.
Afredison memastikan pemerintah daerah, BPBD, dan kementerian terkait sudah bekerja di lapangan. Ia menyebut layanan kesehatan serta bantuan logistik terus bergerak.
"Sekarang sudah penanganan dari BPBD sudah turun. Pemerintah daerah juga sudah turun. Dari pusat juga sudah turun semuanya," ungkapnya.
Kunker DPRD ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (6/12/2025). Sementara rombongan melanjutkan agenda di Sleman, perhatian publik di Padang Pariaman tertuju pada langkah-langkah pemulihan yang dianggap lebih mendesak daripada kunjungan luar daerah. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | republika.co.id |
| Kategori | : | Balai Kota, Parlemen, Binawidya, Pekanbaru Kota |











