Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Di Balik Longsor Silaiang Bawah, Kisah Pengabdian Prajurit TNI yang Tak Pernah Mundur

Di Balik Longsor Silaiang Bawah, Kisah Pengabdian Prajurit TNI yang Tak Pernah Mundur
Evakuasi prajurit TNI yang hilang tertimbun longsor di Padang Panjang Barat.
Minggu, 30 November 2025 19:05 WIB

PADANGPANJANG – Upaya evakuasi warga di kawasan Jembatan Kembar Silaiang Bawah kembali memperlihatkan risiko besar yang dihadapi tim penyelamat. Dua prajurit TNI terseret material longsor saat membantu masyarakat keluar dari zona berbahaya. Satu di antaranya, Prada Zeni Marpaung dari Subdenpom XX/5 Padang Panjang, ditemukan gugur di aliran Sungai Batang Anai, Sabtu (29/11/2025).

Prada Zeni ditemukan di wilayah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, setelah tim gabungan menyisir jalur sungai sejak pagi. Tim Inafis Polda Sumbar memastikan identitas korban.

"Korban Prada Zeni Marpaung ditemukan dalam kondisi gugur," ujar Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, dalam pernyataan tertulis.

Ia hilang bersama rekannya, Pelda Yudi Gusnadi, ketika tanah kembali bergerak tiba-tiba di tengah proses evakuasi. Longsor susulan itu menyapu area tempat para prajurit dan relawan bekerja, membuat kondisi lapangan semakin sulit. Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan aparat daerah terus memperluas penyisiran meski medan masih labil.

"Longsor susulan kembali terjadi dan menimpa para petugas yang berada di lokasi. Tiga personel TNI AD ikut terdampak saat membantu evakuasi," jelasnya.

Sebelumnya, Serda Robi dari Koramil X/Koto Kodim 0307/Tanah Datar telah ditemukan lebih dulu pada Jumat (28/11/2025). Ia menjadi korban pertama yang berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor sebelum diserahkan kepada keluarga.

Kabar gugurnya Prada Zeni menambah duka keluarga besar Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol.

"Musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Sumbar dan satuan kami. Kami memberikan penghormatan atas pengabdian Almarhum Prada Zeni Marpaung," ungkap Taufiq.

Jenazah Prada Zeni kini berada di RST Dr. Reksodiwiryo untuk persiapan pemulangan dan pemakaman secara militer di kampung halamannya, Langkat, Sumatera Utara.

Sementara itu, pencarian terhadap Pelda Yudi masih dilanjutkan dengan menyisir jalur sungai dan timbunan longsor. Kondisi curam dan labilnya lereng menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

"Mereka adalah prajurit terbaik yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan. Kami berharap pencarian berikutnya membuahkan hasil dan situasi bencana segera membaik," tambahnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww