Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
24 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
5
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Home  /  Berita  /  Balai Kota

“Anak-Anak Menangis Kelaparan”, Bupati Aceh Timur Ceritakan Situasi Memilukan di Pengungsian

“Anak-Anak Menangis Kelaparan”, Bupati Aceh Timur Ceritakan Situasi Memilukan di Pengungsian
Bupati Aceh Timur, Provinsi Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky di Posko Utama Banjir Aceh Timur, Minggu (30/11/2025). (foto: kompas.com/dok.pribadi)
Minggu, 30 November 2025 20:06 WIB

ACEH UTARA – Dari balik genangan banjir yang sudah berlangsung delapan hari, terdengar cerita yang mengguncang emosi. Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengungkapkan bahwa ribuan warganya terjebak dalam pengungsian tanpa makanan selama dua hari dua malam. Tangis anak-anak, tubuh lemah para lansia, dan kecemasan para ibu menjadi gambaran nyata dari bencana yang belum mereda.

“Dua hari dua malam rakyat kami tidak makan. Mereka kehabisan beras di lokasi pengungsian,” kata Iskandar, Minggu (30/11/2025).

Dengan akses yang terputus di banyak titik, ia mengaku terpaksa mengambil beras dari sebuah pabrik di Darul Aman. Beras itu langsung dibagikan ke lokasi yang masih mungkin ditembus, meski rute ke banyak wilayah sama sekali tak bisa dipakai. Bantuan 200 ton dari Bulog yang dinantikan warga pun belum mencapai Aceh Timur.

Kondisi semakin berat di Kecamatan Peunaron Lokop. Longsor menutup jalan, lima desa tenggelam, dan para pengungsi yang bertahan di perbukitan mulai melemah. Tidak ada kendaraan yang bisa masuk, dan udara lembap pegunungan hanya menambah rasa dingin bagi warga yang kelaparan.

“Saya kerahkan semua kekuatan di Aceh Timur. Namun mohon maaf, belum bisa terjangkau seluruhnya karena longsor dan banjir terparah di Simpang Madat, Ulim, dan Pante Bidari,” ujarnya.

Komunikasi pun hampir sepenuhnya terputus. Hanya di Idi, pemerintah daerah masih dapat berkoordinasi dengan memanfaatkan internet Starlink. Dari titik tunggal itu, laporan-laporan dari masyarakat yang terisolasi masuk, membawa kabar yang makin menyayat hati.

Selain Aceh Timur, banjir juga menyapu Lhokseumawe, Bireuen, Langsa, Pidie, Pidie Jaya, hingga Aceh Utara. Namun situasi di Aceh Timur menjadi sorotan karena skala penderitaan yang muncul dari warganya yang berjuang tanpa makanan, listrik, dan akses keluar. 

Di tengah gelapnya situasi, satu hal yang terus diharapkan warga: bantuan yang benar-benar sampai. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Warga Bertuah, Pasar & Niaga, Balai Kota
wwwwww