Viral Kericuhan di Tesso Nilo, Chicco Jerikho Soroti Nasib Gajah yang Terjebak di Tengah Konflik
![]() |
JAKARTA – Viral beredarnya video warga merusak pos jaga di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau, kembali membuka luka lama tentang rentannya wilayah konservasi ketika bersinggungan dengan kepentingan pemukiman dan perkebunan. Rekaman itu memperlihatkan plang dirusak, pos penjagaan digoyang, dan warga meminta satgas pergi. Dalam hitungan jam, peristiwa ini memicu gelombang diskusi publik.
Aktor Chicco Jerikho, yang selama ini dikenal mengadvokasi isu perlindungan gajah, langsung menanggapi video tersebut melalui kolom komentar akun Instagram Balai Taman Nasional Tesso Nilo. “Ini gimana ya Pak @rajaantoni,” tulisnya, Selasa (25/11/2025), menyinggung langsung Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Tidak lama kemudian, Chicco mengunggah foto dirinya berdiri di samping gajah, menyuarakan pesan keras. “Kembalikan @btn_tessonilo sesuai dengan fungsinya,” tulisnya, menandai kecemasannya terhadap kondisi konservasi yang semakin terdesak oleh aktivitas manusia.
Di sisi lain, warga yang menolak relokasi tetap bersikukuh bahwa mereka telah tinggal di kawasan tersebut sejak akhir 1990–an dengan klaim kepemilikan legal. Sementara pemerintah justru menghadirkan fakta yang berbanding terbalik.
Kementerian Kehutanan dalam catatannya menyebut lebih dari 40.000 hektare TNTN telah dibuka dan ditanami sawit secara ilegal. Satgas Garuda menggambarkan kondisi TNTN sebagai kawasan yang semakin rusak akibat perambahan dua dekade terakhir. Populasi gajah merosot, jalur jelajah terputus, dan benturan manusia–satwa semakin sering terjadi.
Persoalan Tesso Nilo bukan hanya tentang relokasi atau pengelolaan lahan. Konflik ini memperlihatkan tekanan yang dihadapi taman nasional di Indonesia: bagaimana hutan konservasi perlahan kehilangan fungsinya, sementara satwa liar seperti gajah harus bertahan di ruang yang makin menyempit.
Di tengah polemik itu, suara Chicco Jerikho menjadi pengingat bahwa Tesso Nilo bukan sekadar soal tanah, tetapi soal ekosistem yang selama ini menopang kehidupan. Pesannya sederhana namun menggugah: kawasan konservasi harus tetap menjadi kawasan konservasi. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Kampus, Balai Kota, Parlemen, Lingkungan |











