Ribuan Keluhan Tersaring Lewat Lapor Menaker, Buruh Harap Pengawasan Lebih Tegas
![]() |
| Menteri Ketenagakerjaan Yassierli |
JAKARTA – Dua pekan setelah diluncurkan, kanal Lapor Menaker langsung menjadi barometer kondisi ketenagakerjaan nasional. Lonjakan 884 aduan yang diterima Kementerian Ketenagakerjaan menggambarkan kuatnya kebutuhan pekerja terhadap saluran pelaporan yang mudah diakses dan responsif.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pekerja memanfaatkan kanal tersebut untuk menyuarakan berbagai persoalan yang sebelumnya sulit diteruskan melalui sistem pengawasan konvensional. Dari keseluruhan laporan, 441 di antaranya menyinggung persoalan hubungan kerja, disusul 427 aduan mengenai pengupahan.
"Memang ketika Lapor Menaker di-launching kita sudah memperkirakan akan banyak. Ini menjadi solusi bottleneck pelaporan yang mungkin selama ini dihadapi oleh teman-teman buruh dan pekerja," ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Ia memaparkan adanya 163 laporan terkait jaminan sosial, 145 aduan mengenai waktu kerja dan waktu istirahat, serta 13 laporan K3. Sisanya, 11 laporan tercatat dalam kategori lain-lain.
"Dalam 2 minggu ini, kami sudah memiliki statistik terkait potret bagaimana norma kerja dan norma K3 itu berjalan di tempat kerja kita," jelasnya.
Menurutnya, seluruh laporan yang masuk sedang ditindaklanjuti secara bertahap oleh tim pengawas ketenagakerjaan pusat dan daerah. Ia berharap kanal digital ini mengubah kultur pelaporan ketenagakerjaan yang selama ini cenderung tertutup atau sulit diakses pekerja.
"Kami berharap kanal yang disediakan betul-betul bisa mengatasi masalah yang dihadapi para pekerja atau buruh," tambahnya.
Yassierli menilai Lapor Menaker merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan publik yang menekankan transparansi, kecepatan, dan keterjangkauan. Sistem ini diharapkan memberi ruang lebih besar bagi pekerja untuk terlibat dalam pengawasan ketenagakerjaan.
"Semua pengaduan itu sedang kita tangani secara terpadu antara pengawas ketenagakerjaan pusat dan daerah," pungkasnya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | cnnindonesia.com |
| Kategori | : | Balai Kota |











