Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
7 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Tita Nurcahya Raih Tiga Perak di ISG Riyadh 2025

Tita Nurcahya Raih Tiga Perak di ISG Riyadh 2025
Lifter muda Indonesia Tita Nurcahya Melyani (kiri) bersama Gamez Altun dari Turki dan Nuray Abilova dari Kazakhstan. (NOC Indonesia)
Sabtu, 08 November 2025 21:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution

RIYADH – Angkat besi menjadi pembuka raihan medali bagi Kontingen Indonesia pada ajang Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025. Bertanding di Boulevard City, Riyadh, lifter muda Tita Nurcahya Melyani menyumbangkan tiga medali perak dari kelas 48kg putri, sekaligus mencatatkan rekor pribadi baru.

Atlet kelahiran 2005 itu tampil konsisten sepanjang perlombaan dengan mencatatkan 68kg pada angkatan snatch dan 85kg pada clean and jerk, sehingga membukukan total angkatan 153kg. Catatan total angkatan itu melampaui rekor pribadi Tita dari sebelumnya 150kg.

“Alhamdulillah saya bersyukur bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia. Ini menjadi motivasi besar untuk terus berprogres dan memperbaiki catatan angkatan di kompetisi berikutnya,” ujar Tita seusai pertandingan.

Medali emas diraih lifter asal Turki Gamez Altun dengan total angkatan 172kg (snatch 72kg, clean and jerk 100kg), sementara perunggu menjadi milik Nuray Abilova dari Kazakhstan dengan total 144kg (snatch 65kg, clean and jerk 79kg).

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk ISG 2025, Endri Erawan yang menyaksikan langsung perjuangan Tita memberikan apresiasinya. Ia menilai Tita menunjukkan semangat pantang menyerah dan mental juara sampai akhir.

“Sebagai atlit muda, Tita tampil luar biasa dengan mental yang sangat kuat. Ia tidak hanya menyumbangkan medali perdana bagi Indonesia, tetapi juga menunjukkan potensi besar generasi muda angkat besi kita," ujar Endri.

"Medali ini membuktikan pembinaan atlet muda berjalan sangat baik di PB PABSI. Semoga dapat dipertahankan bahkan kalau perlu ditingkatkan lagi. Terima kasih PB PABSI, ini juga menjadi awal yang positif bagi seluruh kontingen di ISG Riyadh. Semoga dapat menambah semangat atlet cabor lainnya untuk membawa medali ke Indonesia” imbuhnya.

Sebelumnya, Tim Indonesia sudah mendapatkan medali perunggu dari cabang olahraga pencak silat. Namun, pencak silat masih berstatus demo sports sehingga medali tidak masuk dalam perhitungan klasemen perolehan medali.***

wwwwww