Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
23 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
2 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Asian Youth Games Bahrain 2025

Raih Perak, Timnas Voli Putri Indonesia Punya Identitas Permainan Sendiri

Raih Perak, Timnas Voli Putri Indonesia Punya Identitas Permainan Sendiri
Timnas Voli Putri Indonesia dengan medali perak Asian Youth Games Bahrain 2025. (NOC Indonesia)
Kamis, 30 Oktober 2025 13:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BAHRAIN – Timnas Voli Putri Indonesia mencetak prestasi gemilang di ajang Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025 dengan meraih medali perak, setelah bertarung sengit melawan Iran di babak final. Pertandingan berlangsung dramatis hingga set kelima dengan skor akhir 3–2 untuk Iran.

Pelatih Timnas Voli putri Indonesia, Marcos Sugiyama mengaku bangga dan tak menyangka timnya mampu menembus partai puncak dengan skuad muda yang dimiliki.

“Kami bangga bisa sampai di titik ini. Para pemain tampil luar biasa dan memberi permainan yang berarti bagi lawan-lawan mereka,” ujar Marcos usai pertandingan.

Perjalanan menuju final penuh cerita inspiratif. Sejak babak penyisihan, tim Indonesia yang tergabung di Pool C tampil solid. Mereka menang walkout atas Kazakhstan yang tidak hadir ke lapangan, dan menundukkan Chinese Taipei dengan skor 3–1.

Pada babak classification 1st–8th, tim yang dikapteni Syelomitha tampil impresif dengan kemenangan telak 3–0 atas Qatar. Meski sempat takluk dari Iran dengan skor 0–3 pada laga berikutnya, kekalahan itu justru menjadi motivasi untuk bangkit.

Semangat itu terbukti di babak perempat final, ketika Indonesia tampil dominan dan menumbangkan China dengan skor 3–0. Tren positif berlanjut di babak semifinal, di mana Syelomitha dkk menyingkirkan Thailand juga dengan skor meyakinkan 3–0.

Pertarungan final menghadirkan laga klasik melawan Iran, yang sudah menjadi rival kuat di level Asia. Set pertama berlangsung sengit dan dimenangkan Iran 28–26. Indonesia bangkit di dua set berikutnya dengan skor 25–20 dan 25–18. Namun Iran kembali menyamakan kedudukan di set keempat (25–17) dan akhirnya menutup laga di set penentuan dengan skor ketat 16–14.

Meski harus puas dengan medali perak, pencapaian ini melampaui target Timnas Voli Putri Indonesia. “Penampilan mereka sangat cerdas dan solid. Kami memang sempat kehilangan momentum di beberapa momen penting, terutama di tie break, tapi secara keseluruhan perkembangan tim ini luar biasa,” ungkap Marcos.

“Tim pelatih bekerja keras membangun fondasi kuat bagi generasi muda ini. Saya yakin para pemain ini memiliki talenta besar dan akan menjadi tulang punggung tim senior Indonesia di masa depan,” lanjutnya.

Sebagai pelatih yang baru bergabung sejak Mei 2025, Marcos juga menyoroti karakter permainan yang mulai terbentuk di skuad muda ini.

“Saya melihat voli Indonesia mulai memiliki identitas permainan sendiri, mirip dengan gaya Jepang tapi dengan karakter khas Indonesia. Tantangannya kini adalah menjaga disiplin dan konsistensi,” tutupnya. ***

wwwwww