Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
21 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
11 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
6
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Jelang SEA Games Thailand 2025

GM Utut Adianto Akan Bicara Dengan Menpora Erick Thohir Terkait Keputusan Tim Review Kemenpora

GM Utut Adianto Akan Bicara Dengan Menpora Erick Thohir Terkait Keputusan Tim Review Kemenpora
Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto. (PB Percasi)
Selasa, 07 Oktober 2025 16:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) GM Utut Adianto akan berbicara dengan Menpora Erik Thohir terkait keputusan Tim Review Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memangkas jumlah skuad Timnas Catur Indonesia yang bakal tampil pada SEA Games ke-33 di Thailand, 9-20 Desember 2025 mendatang.

Tim Review Kemenpora menekan jumlah Timnas Catur Indonesia dari 16 pecatur yang diajukan PB Percasi menjadi 6 pecatur (3 putra dan 3 putri). Yakni, GM Susanto Megaranto, GM Novendra Priasmoro, IM Mohamad Ervan, WGM Irine Kharisma Sukandar, WGM Medina Warda Aulia, dan WGM Dewi Ardhiani Anastasia Citra.

Dengan komposisi tersebut, Indonesia hanya bisa tampil pada 5 nomor dari 8 nomor yang dipertandingkan pada pesta olahraga dua tahunan negara Asia Tenggara tersebut.

"Saya akan bicarakan masalah ini dengan Pak Menpora Erick Thohir," kata Utut Adianto yang dihubungi melalui WhatsApp, Selasa (7/10/2025).

Sebelumnya, Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem menginginkan Tim Review  Kemenpora meninjau kembali  keputusannya yang secara otomatis menutup peluang pecatur Indonesia berburu medali pada 3 nomor lainnya. Idealnya, kata Kris, panggilan karibnya, Timnas Catur Indonesia diperkuat 10 pecatur (6 putra dan 4 putri) untuk tampil di 8 nomor yang dipertandingkan.

"Tadinya, kita menginginkan 12 pecatur (6 putra dan 6 putri). Tetapi, kalau ingin ditekan ya maksimal 10 pecatur bukan 6 pecatur seperti yang diputuskan Tim Review Kemenpora. Itu sudah jumlah paling ideal," kata Kris.

“Kalau Indonesia mengirimkan 6 pecatur hanya bisa mengikuti 3 nomor doang. Sedangkan 8 pecatur hanya bisa mengikuti 5 nomor. Tetapi, kalau 10 pecatur (6 putra dan 4 putri) bisa ikut semua nomor,”  lanjutnya.

Apa yang diinginkan Kris tersebut didukung penuh Utut Adianto. Apalagi, skuad Timnas Catur Indonesia sudah menjalani pelatnas dan uji coba di berbagai turnamen internasional guna meningkatkan prestasinya. "Ya, saya akan segera menyampaikan kepada Pak Menpora Erick Thohir," tegasnya.

Keinginan Kris agar Indonesia turun di 8 nomor yang terdiri dari 2 nomor internasional dan 6 nomor andalan tuan rumah bukan tanpa alasan. Pasalnya, Timnas Catur Indonesia sudah pernah membuktikan mampu meraih prestasi membanggakan pada SEA Games Myanmar 2013. Saat itu, Susanto Megaranto dan kawan-kawan sukses meraih 5 medali emas.

"Di SEA Games Myanmar 2013, Indonesia memang meraih 5 medali emas dengan rincian GMW Irene Kharisma Sukandar menyumbangkan 2 medali emas dari nomor internasional sedangkan 3 medali emas lainnya itu dihasilkan dari nomor andalan tuan rumah yang tidak pernah dimainkan pecatur Indonesia. Ini harusnya menjadi pertimbangan Tim Review Kemenpora sehingga terbuka peluang meraih lebih banyak medali emas,” jelas Kris.

“Catur itu olahraga yang mengandalkan kecerdasan dan kepintaran dalam mengatur strategi. Pecatur Indonesia itu cukup cerdas dan mampu menjawab tantangan. Itu sudah dibuktikan mereka dengan menjadi yang terbaik pada 3 nomor yang tidak pernah dimainkannya pada SEA Games Myanmar 2013. Tidak tertutup kemungkinan Indonesia bisa mengulanginya pada SEA Games Thailand 2025,” tambahnya.

Dari data yang dihimpun nomor andalan Myanmar yang berhasil dikuasai Indonesia yakni, GM Susanto Megaranto yang sukses meraih medali emas dari Chess 960- Individual Rapid Men, lalu pasangan GM Susanto Megaranto dan Muhammad Lutfi Ali merebut emas dari nomor TranferChess-Men Pair dan ganda campuran Muhammad Lutfi Ali dan Chelsea Monica Ignesias Sihite meraih emas nomor TranferChess-Mixed Pair. ***

wwwwww