Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
20 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Keuangan

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.563, Tekanan Global Masih Bayangi Pasar

Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.563, Tekanan Global Masih Bayangi Pasar
Ilustrasi (net)
Jum'at, 03 Oktober 2025 17:02 WIB

JAKARTA – Rupiah menutup perdagangan akhir pekan dengan penguatan tipis. Jumat (3/10/2025) sore, rupiah berada di posisi Rp16.563 per dolar Amerika Serikat (AS), naik 35 poin atau 0,21 persen.

Kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah di level Rp16.611 per dolar AS. Meski menguat, analis menilai rupiah masih berada dalam tekanan seiring ketidakpastian global.

Pergerakan mata uang Asia tercatat bervariasi. Peso Filipina naik 0,40 persen, baht Thailand 0,22 persen, sedangkan yen Jepang melemah 0,10 persen dan ringgit Malaysia turun 0,07 persen. Sementara di pasar negara maju, euro melemah 0,15 persen, sementara dolar Australia naik 0,15 persen dan franc Swiss menguat 0,11 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah lebih banyak dipengaruhi data ekonomi domestik seperti neraca perdagangan dan inflasi yang stabil. Namun ia mengingatkan bahwa rupiah masih sensitif terhadap dinamika eksternal.

“Indeks dolar AS yang turun memberi ruang bagi rupiah untuk menguat. Tapi volatilitas tetap tinggi, terutama karena faktor kebijakan bank sentral global,” jelasnya.

Meski menguat, rupiah dinilai belum sepenuhnya keluar dari tekanan, sehingga investor masih menunggu arah kebijakan moneter The Fed dan perkembangan geopolitik dunia. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Keuangan
wwwwww