Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
24 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
5
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Kadishub Pekanbaru Cek PJU Jalan Siak II, Respons Cepat Tragedi Kecelakaan Maut Pengendara Motor
Home  /  Berita  /  Cendekia

Menteri Pendidikan Pertama Jadi Tersangka, Catatan Hitam di Era Reformasi

Menteri Pendidikan Pertama Jadi Tersangka, Catatan Hitam di Era Reformasi
Sabtu, 06 September 2025 05:37 WIB

JAKARTA – Ironi mewarnai perjalanan politik dan karier Nadiem Makarim. Sosok yang pernah lantang mengusung pendidikan antikorupsi kini justru ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 1,98 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bukti kuat dari keterangan saksi hingga dokumen pengadaan.

"Telah ditetapkan tersangka baru dengan inisial NAM," kata Anang dalam konferensi pers di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (4/9/2025).

Kasus ini menorehkan sejarah kelam. Dari 30 nama yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan sejak era Ki Hadjar Dewantara hingga kini, baru Nadiem Makarim yang terseret kasus korupsi. Padahal, selama memimpin Kemendikbudristek (2019–2024), ia sering menekankan pentingnya integritas dan pendidikan antikorupsi.

Dalam berbagai kesempatan, Nadiem menegaskan dunia pendidikan harus melahirkan generasi yang berkarakter dan menjunjung nilai Pancasila. Ia bahkan mendorong agar pendidikan antikorupsi diajarkan sejak PAUD hingga perguruan tinggi, salah satunya melalui Permendikbud Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi.

"Integritas adalah pilar utama Profil Pelajar Pancasila," ucapnya dalam webinar Hari Antikorupsi Sedunia, Desember 2020 lalu.

Tidak hanya berhenti di tataran kurikulum, Nadiem juga meluncurkan berbagai program internal di kementerian untuk mencegah praktik rasuah, seperti Internalisasi Antikorupsi bagi pegawai, program Saya Keluarga Antikorupsi untuk Dharma Wanita Persatuan, hingga Anti Fraud dan Tunas Integritas untuk CPNS.

Kini, semua kampanye dan program itu berbalik menjadi sorotan publik. Penetapan Nadiem sebagai tersangka dianggap menampar wajah pendidikan nasional yang sejak awal berdiri dipercaya menjadi benteng utama melawan praktik korupsi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Cendekia
wwwwww