Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Kemenangan Uji Coba Tak Bisa Jadi Jaminan Timnas Sukses di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Kemenangan Uji Coba Tak Bisa Jadi Jaminan Timnas Sukses di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Timnas Indonesia. (Instagram@Timnas Indonesia)
Jum'at, 05 September 2025 23:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Hasil kemenangan telak 6-0 atas Chinese Taipei dalam FIFA Match Day di Surabaya, Jawa Timur, belum menjadi jaminan Timnas Indonesia bakal sukses pada ronde keempat babak Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pengamat sepakbola Alief Syachviar menilai karakter permainan China Taipeh jelas berbeda dengan Arab Saudi dan Irak yang akan jadi lawan di Round 4. “STY dulu menang 9-0 lawan China Taipeh dengan materi pemain tidak sebagus saat ini. Kluivert didukung materi pemain yang lebih bagus tapi permainan terlalu teoritis, bola dari tengah ke sayap lalu crossing. Seharusnya Kluivert bisa menang lebih besar,” ujarnya.

Alief mengatakan target sesungguhnya Timnas adalah lolos Piala Dunia 2026 dari Round 4. “Buat apa ganti pelatih biaya besar dari APBN, belum lagi datangkan pemain naturalisasi baru kalau target tidak lolos. Logikanya kalau target lolosnya tahun 2030 kenapa diganti pelatihnya. Kan mubazir pakai dana APBN untuk Timnas,” katanya.

Menurutnya, Timnas Indonesia diera Patrick Kluivert akan menjadi pertaruhan kepengurusan PSSI saat ini. “Patrick Kluivert itu bagus waktu jadi pemain, tapi reputasi kepelatihannya biasa aja. Dia belum pernah jadi pelatih di Piala Dunia, jadi nanti di round 4 pertaruhan besar. Kalau sampai gagal yang salah yang milih dia,” tambahnya. ***

wwwwww