Home  /  Berita  /  Parlemen

Viral! Jimly Kritik Sri Mulyani soal Guru Disebut Beban Negara

Viral! Jimly Kritik Sri Mulyani soal Guru Disebut Beban Negara
Selasa, 19 Agustus 2025 18:31 WIB

JAKARTA – Polemik anggaran pendidikan kembali memanas setelah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, melontarkan kritik keras kepada pemerintah. Lewat akun X pribadinya, Jimly menyentil pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang sempat menyebut guru sebagai “beban negara”.

Dalam cuitannya yang viral, Jimly menegaskan bahwa mandat konstitusi soal alokasi 20 persen anggaran pendidikan dari APBN dan APBD tidak pernah dijalankan dengan sungguh-sungguh. Ia menilai hal itu berakar dari cara pandang keliru pemerintah terhadap guru dan dosen. 

“Mestinya anggaran 20 persen APBN & APBD ditujukan untuk 1) guru & dosen, 2) siswa/mahasiswa & 3) sarana pendukung utama,” tulis Jimly, Selasa (19/8/2025).

Namun, ia menambahkan, mandat tersebut sering kali diabaikan karena pemerintah menganggap guru sebagai beban. “Karena guru dianggap beban, tujuan anggaran 20 persen di UUD & putusan MK tidak pernah dilaksanakan dengan i'tikad baik,” tegasnya.

Kritik itu sontak memicu gelombang reaksi dari publik. Banyak warganet yang menilai pernyataan Jimly mewakili kegelisahan masyarakat soal kebijakan pendidikan, terutama terkait rencana penggunaan sebagian dana pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Maka pendidikan jadi makin mahal di semua jenjang & guru/dosen tidak sejahtera,” tambah Jimly dalam cuitannya.

Kolom balasan pun dibanjiri komentar. Warganet ramai-ramai menyoroti kontrasnya nasib guru dengan prioritas proyek pemerintah. “MBG dimasukkan ke anggaran pendidikan prof, nggak masuk akal 40 persen lebih,” tulis seorang pengguna X.

Ada pula yang murka dengan sikap pemerintah: “Konyol memang jika guru dianggap beban, padahal selalu disebut tulang punggung kemajuan bangsa.”

Sentilan Jimly membuat isu alokasi anggaran pendidikan kembali menjadi sorotan publik. Kritiknya mempertegas desakan agar pemerintah mengembalikan fokus utama pendidikan pada kesejahteraan guru, akses siswa, dan penguatan sarana belajar. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:gelora.co
Kategori:Parlemen
wwwwww