Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
13 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Gebrakan Prabowo: Komisaris BUMN Tak Lagi Nikmati Tantiem Jika Rugi

Gebrakan Prabowo: Komisaris BUMN Tak Lagi Nikmati Tantiem Jika Rugi
Presiden Prabowo Subianto
Sabtu, 16 Agustus 2025 11:34 WIB

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto kembali membuat gebrakan dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam pidato RUU APBN 2026 di Kompleks Parlemen Senayan, Jumat (15/8/2025), ia menegaskan penghapusan tantiem bagi komisaris dan direksi, terutama di perusahaan yang merugi.

Prabowo menilai praktik pembagian tantiem selama ini tidak adil bagi rakyat. “Perusahaan rugi, komisarisnya banyak banget! Saya potong, maksimal enam orang, kalau bisa empat atau lima saja. Dan saya hilangkan tantiem,” ucapnya tegas.

Ia bahkan menyindir istilah “tantiem” yang menurutnya hanya kedok untuk menutupi bonus besar.

“Saya pun tidak paham arti tantiem itu. Mereka pilih istilah asing supaya kita bingung. Masa rapat sebulan sekali, bisa dapat Rp40 miliar setahun,” ujar Prabowo, disambut riuh tepuk tangan anggota dewan.

Menurut Prabowo, keuntungan semu tidak bisa dijadikan dasar bagi direksi maupun komisaris untuk menikmati bonus. “Direksi pun tidak perlu tantiem kalau rugi. Dan kalau untung, harus untung bener, bukan akal-akalan,” katanya.

Lebih jauh, ia menantang para pejabat BUMN yang tidak setuju dengan kebijakan ini untuk segera mundur. “Kalau keberatan, berhenti saja. Banyak anak muda kita yang siap menggantikan dengan prestasi dan integritas,” ujarnya lantang.

Langkah Prabowo ini mendapat apresiasi luas dari publik. Sejumlah pengamat menilai keputusan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak akan menoleransi praktik “bonus jumbo” di tengah kerugian negara. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Balai Kota
wwwwww