Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
15 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
6
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Home  /  Berita  /  Parlemen

Penyelundupan Ancam Ketahanan Nasional, Pemerintah Galang Aksi Serentak Lintas Sektor

Penyelundupan Ancam Ketahanan Nasional, Pemerintah Galang Aksi Serentak Lintas Sektor
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Budi Gunawan.
Sabtu, 02 Agustus 2025 08:55 WIB

JAKARTA – Pemerintah tak lagi melihat penyelundupan sebagai sekadar pelanggaran hukum biasa. Dengan kompleksitas dan jangkauan yang kian luas, praktik penyelundupan kini dianggap sebagai ancaman terhadap ketahanan nasional yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan keamanan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal (Purn) Budi Gunawan menegaskan pentingnya respons lintas sektor dalam menghadapi kejahatan penyelundupan yang semakin sistematis dan terorganisir.

"Ini bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Semua kementerian dan lembaga harus satu barisan dalam mencegah dan menindak penyelundupan. Ini bagian dari mempertahankan masa depan bangsa," kata BG, Jumat (1/8/2025).

Langkah konkret dilakukan dengan memperkuat Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan serta meluncurkan Satuan Tugas Khusus Pemberantasan Penyelundupan yang melibatkan berbagai instansi strategis. Salah satu hasilnya adalah keberhasilan Operasi Jaring Sriwijaya dan Wallacea.

Operasi tersebut berhasil membongkar 16 kasus penyelundupan, termasuk yang paling mencolok—penggagalan penyelundupan sabu seberat dua ton dari kapal MV Sea Dragon Tarawa. Nilai potensi kerugian negara mencapai Rp15 triliun, dan dampaknya bisa menyasar hingga 51 juta jiwa masyarakat. 

Selain narkoba, komoditas ilegal lain seperti pasir timah, rokok, bahan pokok, dan produk tekstil juga diamankan dalam operasi tersebut. Pemerintah menilai bahwa sindikat penyelundupan kini menyasar kebutuhan strategis dan vital.

"Ini bukan soal barang ilegal, tapi bagaimana penyelundupan merusak tatanan pasar, membunuh industri lokal, dan menggerogoti perekonomian rakyat," jelas BG.

Kawasan perairan Indonesia yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, BG menekankan perlunya pengawasan menyeluruh di jalur laut yang selama ini menjadi titik masuk utama bagi barang-barang ilegal lintas negara.

"Jika kita tidak bertindak bersama, maka penyelundupan akan terus merongrong dari dalam," tegasnya. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Parlemen
wwwwww