Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
19 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
22 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Jalan Longsor Jadi Pemicu, Pikap Terjun ke Jurang di Perbatasan Jambi-Sumbar

Jalan Longsor Jadi Pemicu, Pikap Terjun ke Jurang di Perbatasan Jambi-Sumbar
Kamis, 31 Juli 2025 08:14 WIB

SUNGAI PENUH – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur rawan lintas provinsi. Sebuah mobil pikap yang membawa muatan kelapa terjun ke jurang sedalam 25 meter di KM 38 Jalan Lintas Sungai Penuh-Tapan, wilayah perbatasan antara Jambi dan Sumatera Barat, Rabu (30/7/2025) dini hari.

Mobil naas itu mengangkut tiga orang penumpang dari arah Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar menuju Kota Sungai Penuh, Jambi. Dua orang dinyatakan tewas di lokasi, sementara satu penumpang lainnya mengalami luka-luka.

“Korban meninggal dunia adalah sopir Nando (29) dan Alan (45), sementara Yora (29) selamat namun mengalami luka di bagian tangan,” ujar Kasi Humas Polres Kerinci, Iptu D.S. Sitinjak.

Ketiganya merupakan warga Sumedang, Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, Sumbar. Kecelakaan diduga kuat dipicu oleh kondisi bahu jalan yang amblas saat kendaraan berpapasan dengan mobil lain di tikungan tajam. Ban depan pikap terperosok ke sisi luar jalan hingga akhirnya jatuh ke jurang.

“Jalan di lokasi sempit dan sisi luarnya sudah rusak. Saat mobil berpapasan, pikap kehilangan pijakan dan langsung terjun ke bawah,” tambah Sitinjak.

Tim Satlantas Polres Kerinci bersama warga bergerak cepat mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka, sementara korban luka dibawa ke RS Tapan. Proses evakuasi kendaraan masih berlangsung karena posisi pikap berada di dasar jurang yang terjal.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan akan pentingnya perhatian terhadap kondisi jalanan penghubung antardaerah, terutama di wilayah perbukitan. Pengawasan dan perawatan rutin jalan serta pemasangan pembatas tebing sangat dibutuhkan guna mencegah jatuhnya korban jiwa. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya
wwwwww