Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Karhutla Mereda, Operasi Modifikasi Cuaca di Sumbar Diperpanjang Dua Hari

Karhutla Mereda, Operasi Modifikasi Cuaca di Sumbar Diperpanjang Dua Hari
Foto: Kalaksa BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy. (istimewa)
Selasa, 29 Juli 2025 20:28 WIB

PADANG – Keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Barat (Sumbar) mendorong perpanjangan pelaksanaannya selama dua hari ke depan, hingga Rabu (31/7/2025).

Keputusan ini diambil setelah rapat evaluasi antara BNPB, BMKG Pusat, BMKG Stasiun BIM, BPBD Sumbar, PT Songo Aviasi Indonesia, dan tim teknis lainnya pada Selasa (29/7/2025). Pelaksanaan OMC sebelumnya berlangsung selama lima hari dan dinilai menunjukkan hasil signifikan.

"Hasil evaluasi menunjukkan penurunan drastis kejadian Karhutla, terutama di Limapuluh Kota dan Solok. Karena itu, OMC dilanjutkan dua hari lagi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru," ujar Kalaksa BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy.

Menurut Rudy, meski telah menekan Karhutla secara signifikan, wilayah Sumbar masih berada dalam musim kering ekstrem hingga pertengahan September. Kondisi ini menjadi alasan kuat untuk memperluas jangkauan OMC ke daerah perbatasan Pasaman, Sijunjung, Pesisir Selatan, dan sekitarnya.

"Sebelumnya kita fokus di dua kabupaten, sekarang akan diperluas. Kami mendeteksi potensi Karhutla di wilayah lain yang perlu segera dicegah," katanya.

Rudy juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menghindari praktik pembakaran hutan dan lahan. Ia meminta peran aktif tokoh adat dan pemerintah nagari untuk membantu pengawasan di lapangan.

"OMC memang membantu, tapi pencegahan terbaik tetap kesadaran bersama. Mari jaga hutan kita demi kesehatan dan keselamatan semua," tutupnya.***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus, Warga Bertuah, Lingkungan
wwwwww