Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
21 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
15 menit yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Kabut Asap Sumatra Bikin Malaysia Heboh, AP: Masalah Tahunan Indonesia

Kabut Asap Sumatra Bikin Malaysia Heboh, AP: Masalah Tahunan Indonesia
Regu Pemadam Kebakaran HSE Operations PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) saat melaksanakan upaya pemadaman kebakaran berkolaborasi dengan stakeholders di Rokan Hilir, Riau. (foto: antara/ho-phr)
Senin, 21 Juli 2025 20:46 WIB

PEKANBARU – Kepulan asap dari hutan dan lahan yang terbakar di Sumatra kembali menembus batas negara. Belum tuntas ditangani di dalam negeri, kabut pekat itu kini menyelimuti langit Malaysia, memicu kepanikan, dan jadi sorotan media internasional.

Associated Press dalam laporannya menulis, kebakaran di Indonesia bukan hal baru, tapi menjadi masalah tahunan yang memengaruhi negara-negara tetangga. Mereka menyebut, kabut asap kali ini telah terdeteksi di wilayah Malaysia sejak Minggu (20/7/2025).

“Lebih dari 140 titik api dilaporkan terjadi di Provinsi Riau,” tulis AP, mengutip Wakapolda Riau, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo. Ia menjelaskan, Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu menjadi wilayah terparah dengan 46 hektare lahan terbakar. Kabut asap menebal dan mengaburkan jarak pandang hingga tinggal satu kilometer.

Meski jumlah titik api menurun dari 294, dampak asap tetap menyebar jauh. Negeri jiran langsung bereaksi. Media Malay Mail melaporkan delapan wilayah di Semenanjung Malaysia kini mencatat kualitas udara tidak sehat.

"Yang paling parah adalah Alor Gajah di Melaka dengan API mencapai 160," tulis mereka dalam laporan Unhealthy Air Quality in Peninsular Malaysia Doubles to Eight Areas in 24 Hours. Wilayah lain seperti Temerloh, Banting, Nilai, Kemaman, Cheras, dan Putrajaya turut terdampak.

Sebagai catatan, API antara 101–200 dikategorikan tidak sehat. Bahkan, Cheras di Kuala Lumpur dan Johan Setia di Selangor mencatat angka di atas 150.

Meski Malaysia tak sepenuhnya menuding Indonesia, kebakaran lokal di Kajang Prima dan Bukit Jalil disebut hanya sebagian kecil dari penyebab kabut. Malay Mail menyatakan Indonesia masih jadi sumber utama kabut asap lintas negara yang mencemari udara dalam beberapa hari terakhir.

Menanggapi kondisi ini, pemerintah Indonesia menyiapkan langkah lanjutan. Penyemaian awan akan dimulai di Riau untuk mempercepat turunnya hujan dan memadamkan titik api yang tersisa.

Fenomena ini kembali menunjukkan bahwa krisis karhutla di Indonesia tak hanya soal lingkungan, tapi sudah berdampak regional dan jadi perhatian dunia. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Lingkungan, Binawidya
wwwwww