Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
10 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Singapura Jadi Investor Terbesar di Sumatra Barat, Serap 11 Ribu Tenaga Kerja

Singapura Jadi Investor Terbesar di Sumatra Barat, Serap 11 Ribu Tenaga Kerja
Suasana bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatra Barat. (bisnis - noli h)
Rabu, 16 Juli 2025 16:54 WIB

PADANG – Singapura tercatat sebagai investor asing terbesar di Sumatera Barat (Sumbar) sepanjang kuartal I/2025, dengan nilai investasi mencapai Rp296,1 miliar atau setara 32,68 persen dari total investasi penanaman modal asing (PMA) di wilayah tersebut.

Data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar menunjukkan, total PMA yang masuk hingga Maret 2025 mencapai US$56,65 juta atau sekitar Rp906,4 miliar, menyumbang 44,27 persen dari total realisasi investasi provinsi.

“Lima negara terbesar yang menanamkan modal ke Sumbar yakni Singapura, Kepulauan British, Malaysia, Jepang, dan Hong Kong,” kata Kepala DPMPTSP Sumbar, Adib Alfikri, Rabu (16/7/2025).

Setelah Singapura, negara investor terbesar kedua adalah Kepulauan British dengan investasi Rp293,2 miliar (32,35 persen), diikuti Malaysia sebesar Rp214,3 miliar (23,65 persen), Jepang Rp34,9 miliar (3,86 persen), dan Hong Kong Rp21,5 miliar (2,37 persen).

Adib menjelaskan, sektor-sektor investasi yang digarap oleh PMA mencakup pertambangan, industri makanan, transportasi dan pergudangan, komunikasi, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, serta listrik, gas, dan air.

Tercatat ada 24 proyek di sektor pertambangan, 34 proyek industri makanan, 23 proyek transportasi dan komunikasi, 23 proyek di bidang pertanian, serta 9 proyek di sektor kelistrikan dan energi.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Pasaman Barat menjadi tujuan investasi terbesar dengan nilai Rp336,8 miliar, disusul Kota Padang Rp236,8 miliar, dan Kabupaten Solok Selatan Rp135,3 miliar.

Sementara itu, sejumlah daerah seperti Sijunjung, Lima Puluh Kota, Solok, Sawahlunto, Padang Panjang, Payakumbuh, dan Pariaman belum mencatatkan investasi asing selama triwulan I/2025.

Investasi ini juga berdampak pada peningkatan lapangan kerja. DPMPTSP mencatat sebanyak 11.085 orang telah terserap dalam proyek-proyek PMA, naik signifikan dibanding 7.692 orang pada periode yang sama tahun lalu. ***

wwwwww