Tim Catur Indonesia Raih 18 Emas dan 3 Perak Pre SEA Games di Penang
![]() |
| Emas beregu makruk blitz chess atas nama GM Novendra Priasmor, IM Aditya Bagus Arfan dan IM Mohamad Ervan. (PB Percasi) |
Penulis: Azhari Nasution
Maksudnya jika urutan satu sampai tiga dikuasai oleh para pecatur Indonesia, seperti yang banyak terjadi selama di Penang ini, maka hanya medali emas saja yang boleh dibawa pulang. Perak dan perunggunya diberikan kepada pecatur dari negara lainnya yang berada di ranking bawahnya. Dengan pertimbangan persaudaraan keluarga besar ASEAN, aturan tersebut kita terima dengan lapang dada, tentu dengan harapan cabang catur dapat selalu dipertandingkan dalam setiap pelaksanaan Sea Games di semua negara.
Namun demikian, dengan tidak hadirnya para pecatur Vietnam, maka keperkasaan para pecatur Indonesia tidak terbendung merebut emas demi emas dari enam nomor yang tersisa, pecatur Indonesia berhasil merebut lima emas di antaranya. Emas keenam pun, jika pecatur putri Indonesia tidak saling egois, bakal terjadi sapu bersih seluruh enam emas tersisa.
Pasalnya begini, sampai babak kelima dua pecatur Indonesia menduduki ranking teratas dan saling berhadapan, yaitu WIM Ivana Lasama (3 poin) vs WIM Laysa Latifah (3,5 poin). Ternyata kedua pemain sepakat remis dengan harapan poin Laysa yang menjadi 4 poin tidak bakal terkejar saingan terdekatnya WGM Gong Qiannyun (3 poin) dari Singapura yang berhadapan vs WIM Ummi Fisabilillah (2 poin).
Harapannya Ummi bakal mampu menahan remis sehingga poin Gong hanya bertambah menjadi 3,5. Tapi yang terjadi Gong mampu menaklukkan Ummi sehingga poinnya menjadi 4 sama dengan Laysa. Tie-break yang digunakan sebagai penentu adalah pecatur yang paling banyak angka menangnya. Jadi WGM Gong lah yang jadi juaranya karena poinnya dihasilkan dari 4 kali menang dan 1 kali kalah dibanding Laysa yang 3 kali menang dan 2 kali remis.
Yang paling membahagiakan PB Percasi adalah perebut lima medali emas selanjutnya ini bukan nama yang sama dengan perebut tiga medali emas sebelumnya (GM Novendra Priasmoro, IM Medina Warda Aulia, dan WIM Ummi Fisabilillah). Walau satu nama GM Susanto Megaranto merebut tiga medali emas sekaligus, yaitu dari nomor Makruk rapid chess; ASEAN rapid chess dan FIDE rapid chess.
Ada WIM Chelsie Monica Sihite merebut medali emas nomor Makruk rapid chess wanita. Kemudian pecatur muda WIM Laysa Latifah merebut medali emas ASEAN rapid chess wanita. Laysa, 19 tahun seangkatan dengan pecatur muda Shafira Devi Herfesa yang juara Zonal 3.3 2025 lalu. Jadi Laysa juga berhasil membuktikan dirinya sebagai duet generasi baru pecatur wanita Indonesia yang potensial menggantikan seniornya duet IM Irine Kharisma Sukandar dan IM Medina Warda Aulia di masa depan.
Jadi dari 8 medali emas (dari total 10 medali emas) yang direbut Indonesia datang dari 6 nama pemain. Selain Susanto yang merebut tiga emas, yang lainnya masing-masing merebut satu emas. Artinya tim catur Indonesia cukup solid dan merata. Tidak hanya mengandalkan satu nama saja misalnya. Ini sangat bagus dari kacamata pembinaan, ada persaingan yang sehat. Ditambah lagi para pecatur juniornya juga sudah mampu masuk dalam kelompok elit pecatur Indonesia.
Raih 10 Emas 3 Perak Nomor Beregu
Sebenarnya, selain nomor perorangan di Penang ini juga disediakan nomor beregu yang nanti juga bakal ada dalam Sea Games ke-33 di Thailand 2025. Cuma bedanya, kelak di Thailand regunya bertanding melawan regu negara lainnya. Khusus di Penang, karena keterbatasan waktu dan peserta, medali beregunya dihitung berdasarkan jumlah poin yang diraih para pemain di nomor perorangan.
Misalnya ada nomor doubles (jumlah poin dari 2 pemain teratas satu negara), triples (jumlah poin dari 3 pemain teratas satu negara), quadruples (jumlah poin dari 4 pemain teratas satu negara), dan Mixed Quintuples (jumlah poin dari 4 pemain putra teratas plus 1 pemain putri teratas dari satu negara).
Total nomor beregu tersebut ada 13. Nah dari 13 nomor tersebut, tim Indonesia hanya kehilangan emas di tiga nomor saja alias hanya mendapat medali perak. Atau dengan kata lain Tim Indonesia menyapu 10 medali emas dan 3 medali perak. Sementara 3 emasnya direbut tim Singapura. Tiga nomor tersebut adalah Makruk catur standar 2 pemain (doubles), 3 pemain (triples) dan 4 pemain (quadruples).
Karena terlampau banyak utk ditampilkan dalam siaran pers ini, maka hasil lengkap nomor perorangan dan beregu dapat dilihat dalam lampiran file excel terpisah yang saya peroleh secara resmi dari wasit ketua IA Maung Maung Lwin. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |











