Koperasi Desa Merah Putih Gaet 18 BUMN, Sinergi Bisnis Nasional Kian Menguat
![]() |
| Ilustrasi (net) |
JAKARTA – Koperasi Desa Merah Putih akan menjalin kerja sama dengan 18 badan usaha milik negara (BUMN) dari tujuh sektor usaha. Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem koperasi nasional agar terkoneksi langsung dengan dunia usaha dan tidak berjalan sendiri.
“Kami terus dorong agar koperasi terintegrasi dengan BUMN, baik lewat pelatihan, CSR, distribusi produk, maupun sebagai mitra bisnis langsung,” ujar Budi Arie saat rapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (9/7/2025).
Kolaborasi ini mencakup sektor farmasi bersama Indofarma, Kimia Farma, dan Biofarma; sektor perbankan dengan BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BSI; serta sektor pertanian bersama ID Food, Perkebunan Nusantara, Pupuk Indonesia, dan Bulog.
Tak hanya itu, sektor logistik diwakili oleh Pos Indonesia, Nindya Karya, dan Pelindo. Dari sektor energi, PLN dan Pertamina siap bergabung. Sementara dari sektor digital, Telkom Indonesia akan memperkuat jaringan koperasi.
Budi juga mengungkapkan bahwa per 9 Juli 2025, tercatat sudah 80.605 desa ikut serta dalam program koperasi desa. Sebanyak 77.120 koperasi telah mengantongi SK badan hukum. Meski demikian, beberapa daerah seperti Papua, Banten, dan Sulawesi Tenggara masih menghadapi tantangan, baik karena faktor geografis maupun sosial budaya.
“Di Banten, hanya satu desa—Desa Baduy—yang belum membentuk koperasi. Kami terus dorong agar semuanya terlibat,” jelasnya.
Peluncuran resmi Koperasi Desa Merah Putih dijadwalkan berlangsung di Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, pada 19 Juli 2025 dan akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. ***
| Editor | : | Muhammad Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tempo.co |
| Kategori | : | Pasar & Niaga, Balai Kota, Binawidya, Marpoyan Damai |











