Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
20 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Perhatikan Kenyamanan Atlet di Olimpiade 2024 Paris, CdM Anindya: Kemungkinan Bawa Atau Beli AC

Perhatikan Kenyamanan Atlet di Olimpiade 2024 Paris, CdM Anindya: Kemungkinan Bawa Atau Beli AC
Ryzki Juniansyah saat menjalani latihan. (Gonews.co Group)
Jum'at, 14 Juni 2024 22:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2024 Paris Anindya Novyan Bakrie memperhatikan kenyamanan para atlet yang bakal berjuang di Olimpiade 2024 Paris. Tidak menutup kemungkinan, Kontingen Indonesia akan membawa atau membeli pendinginan ruang (AC).

Rencana itu diungkapkan Anindya Novyan Bakrie saat mengunjungi pemusatan latihan atlet nasional (pelatnas) Angkat Besi Indonesia di Jln Kwini, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2024). "Intinya apa pun yang bisa kami lakukan dan boleh dilakukan maka kami akan melakukan termasuk dari sisi AC (air conditioner)," ujar Anindya.

Seperti diketahui, Prancis sebagai negara penyelenggara Olimpiade Paris 2024 memang sengaja tidak memasang AC di kampung atlet dan fasilitas lainnya. Hal itu merupakan upaya mereka untuk menjadikan acara tahun ini sebagai yang paling ramah lingkungan dalam sejarah.

Penyelenggara mengklaim perkampungan atlet yang dirancang tanpa AC, penggunaan struktur kayu, dan beton rendah karbon, otomatis akan mengurangi setengah emisi karbon dari bangunan konvensional.

Meski demikian, kebijakan ini sepertinya akan mengalami kemunduran seiring negara-negara seperti Australia dan Yunani yang memiliki rencana untuk membawa atau membeli AC sendiri.

Itu karena langkah tuan rumah untuk menggunakan sumber daya alam sebagai pendingin ruangan atlet dinilai tidak sanggup mencapai suhu ideal yang dibutuhkan untuk rehat.

Anindya mengatakan bahwa mengikuti keinginan seperti kedua negara itu bisa saja dilakukan. Namun, di lain sisi delegasi juga perlu menghormati langkah tuan rumah dalam mengatasi krisis lingkungan.

"Jadi sekarang kami lagi memikirkan apakah bisa siasati dengan penyewaan atau bagaimana, tetapi kita mesti siap karena kondisi seperti itu akan dihadapi oleh semua delegasi," kata dia.

Untuk membuat suhu di ruangan atlet tetap terjaga, pihak penyelenggara menggunakan sumber daya alam dan sistem pendingin bawah tanah mirip dengan yang ada di Museum Louvre.

Untuk sistem pendinginan berbasis air di perkampungan atlet, penyelenggara mengambil air dari sungai Seine. Air dingin itu kemudian akan dialirkan melalui pipa-pipa bangunan sehingga otomatis mengurangi suhu di seluruh ruangan atlet.

Beberapa laporan menyebutkan, pembangunan perkampungan atlet seperti ini membutuhkan waktu tujuh tahun dan menghabiskan biaya sekitar 2 miliar dolar atau setara Rp32,5 triliun.

Olimpiade Paris akan berlangsung dari 26 Juli sampai dengan 11 Agustus terdekat. Total ada 10 ribu lebih atlet dari 206 delegasi yang menjadi menjadi kontestan di ajang multicabang empat tahunan tersebut.

Indonesia sendiri ke sana dengan target membawa pulang lebih dari dua medali emas untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan di pesta olahraga paling akbar di dunia itu. Salah satu cabang olahraga (cabor) yang nanti diandalkan adalah angkat besi.

Cabor angkat besi sudah melolos tiga atlet yang tampil di event akbar empat tahunan dunia tersebut. Mereka adalah Rizki Juniansyah (kelas 73 kg), Eko Yuli Irawan (kelas 61 kg), dan Nurul Akmal (kelas +81 kg putri). ***

wwwwww