Sekjen Depinas SOKSI: Munas SOKSI XI di Pekanbaru Ilegal
![]() |
| Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI, Periode 2020-2025, M. Misbakhun. (Foto: Istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Depinas SOKSI, Periode 2020-2025, M. Misbakhun angkat bicara terkait adanya Musyawarah Nasional (Munas) SOKSI XI di Hotel Grand Jatra Pekanbaru, Riau pada Jumat (9/12/2022).
Menurut Misbakhun, Musyawarah (Munas) SOKSI XI yang dilaksanakan pihak Ali Wongso, tidak punya standing dan akar sejarah dengan SOKSI yang didirikan Alm. Mayor Jenderl TNI (Purn) Prof. Suhardiman.
"Saya mendapatkan konfirmasi dari keluarga Alm. Bapak Prof. Suhardiman, selaku pendiri SOKSI (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia), pihak keluarga tidak berkenan foto Alm. Bapak Prof. Suhardiman ditampilkan oleh Ali Wongso dalam kegiatan yang menggunakan identitas SOKSI. Karena pihak keluarga Alm. Bapak Prof. Suhardiman menganggap, SOKSI yang saat ini diketuai oleh Ali Wongso bukan Soksi yang legal," ujar Misbakhun melalui keterangan pers yang diterima GoNews.co, Jumat (09/12/2022) di Jakarta.
Masih menurut Misbakhun, SOKSI yang legal adalah SOKSI yang didirikan oleh Alm. Bapak Prof. Suhardiman pada tanggal 20 Mei 1960. "Untuk itu tidak patut Ali Wongso menggunakan foto Bapak Prof. Suhardiman dalam kegiatan mereka," tandasnya.
Menurut Misbakhun, Depinas Soksi dengan Ketua Umum Sksi Ahmadi Noor Supit masih mempunyai legalitas yang sah dan kaitan sejarah dengan Soksi yang didirikan oleh Alm. Bapak Prof. Suhardiman pada tanggal 20 Mei 1960. "Kesinambungan sejarah kepengurusan Depinas Soksi bisa dibuktikan dengan rangkaiannya dari awal sampai akhir. Periodisasi kepengurusan 2020-2025 juga menggambarkan periodisasi yang konsisten dari Soksi sejak berdiri pada tanggal 20 Mei 1960," urainya.
Bahkan hingga saat ini kata Misbakhun, tidak ada satupun kader Soksi dalam posisi jabatan sebagai anggota DPR RI - MPR RI Fraksi Partai Golkar, anggota DPRD Propinsi Fraksi Partai Golkar bahkan anggota DPRD Kabupaten atau Kota se Indonesia dari Fraksi Partai Golkar yang menjadi pengurus atau anggota Soksi yang dipimpin oleh Ali Wongso.
"Jadi bisa dinilai kelas dan kualitas organisasi yang di pimpin oleh Ali Wongso yang menggelar Musyawarah Nasional (Munas) SOKSI XI di Pekanbaru itu," tegasnya.
Ia juga mempertanyakan Ali Wongso yang berbicara ingin memenangkan Partai Golkar sementara tidak ada anggota DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yang menjadi bagian dari Soksi yang dipimpinnya. "Jangankan memenangkan Partai Golkar, memenangkan dirinya sendiri sebagai anggota DPR RI, Ali Wongso tidak bisa. Untuk itu mimpi dan narasi yang dibangun Ali Wongso tidak berdasarkan pada realitas politik yang faktual dan nyata. Terlalu banyak halusinasi yang diwacanakan," paparnya.
"Untuk itu, seluruh jajaran pengurus Depinas Soksi yang dipimpin oleh Ahmadi Noor Supit sebagai Ketua Umum dan saya sendiri sebagai Sekretaris Jenderal serta Robert Jopie Kardinal sebagai Bendahara Umum menolak untuk mengakui adanya Soksi versi Ali Wongso Sinaga yang sedang mengadakan Munas XI di Pekanbaru," tukasnya.
Untuk diketahui, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) versi Ali Wongso Sinaga mengadakan Musyawarah (Munas) SOKSI XI di Hotel Grand Jatra Pekanbaru Riau.
Sekretaris Penyelenggara Munas, Hermansyah, mengaku terhirmat karena Riau ditetapkan sebagai tuan rumah Munas SOKSI XI kali ini. "Sebagai kader SOKSI asal Riau, saya pribadi sungguh merasa terhormat mendapat kepercayaan ini," tuturnya.
Hermansyah juga menegaskan, agar semua kader SOKSI tetap menjaga kekompakan dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas SOKSI. Sebab, ada pihak-pihak yang belum dewasa dalam berorganisasi dan berdemokrasi.
Munas SOKSI XI ini kata Dia, merupakan kelanjutan dari Munas sebelumnya yakni Munas X tahun 2017 yang merupakan hasil mediasi dari Partai Golkar dengan mengundang semua pihak dan semua kelompok yang berbeda pandangan. "Munas X menghasilkan keputusan yang final dan binding. Itu yang kita teruskan sekarang. Jadi kalau kita cukup dewasa berdemokrasi dan berorganisasi, hormatilah keputusan tersebut. Jangan membuat Gerakan-gerakan liar dan kekanak-kanakan," pungkasnya.***
| Kategori | : | Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen |










