Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
7 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Guru Silat jadi Tersangka Akibat Tendang Murid hingga Tewas

Guru Silat jadi Tersangka Akibat Tendang Murid hingga Tewas
Ilustrasi. (Net)
Sabtu, 11 Juni 2022 12:38 WIB
BANYUWANGI - Guru pesilat di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung ditangkap polisi. Pelaku berinisial RAS, 17, itu ditahan usai ditetapkan tersangka atas kasus kematian murid silatnya, MD, 18, warga Pesanggaran. Pelaku menendang dada korban hingga tewas saat latihan.

Kapolsek Siliragung AKP Abdul Rohman menjelaskan RAS ditetapkan tersangka usai dilaporkan oleh keluarga korban. Mereka tak terima atas kematian anaknya saat latihan. Setelah memeriksa pelaku dan sejumlah saksi, polisi akhirnya menetapkannya sebagai tersangka.


"Tersangka saat ini sudah ditahan," kata Abdul Rohman, Jumat, 10 Juni 2022.

Rohman mengatakan kejadian ini bermula saat korban bersama 11 orang rekannya yang dipandu 6 pelatih berlatih silat di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung. Korban disebut menerima tendangan saat latihan reflek pukulan dan tendangan.

"Ketika korban memasuki materi latihan reflek pukulan, tendangan dan bundaran, saat itu korban terkena tendangan pelatihnya di bagian dada," jelasnya.

Akibatnya korban mengalami sesak nafas dan dilarikan ke Puskesmas Pesanggaran. Dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan, korban meninggal dunia. Pihak pelatih kemudian menghubungi keluarga MD. Keluarga yang tak terima, melaporkannya ke Mapolsek Siliragung.

"Dilaporkan sekitar jam 23.30 WIB dengan sangkaan penganiayaan sesuai pasal 351 KUHP," tambahnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Cendekia, Binawidya
wwwwww