Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
23 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
21 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
23 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
2 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Gelanggang
SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam, 12-23 Mei 2022

Tak Penuhi Target, Atlet Bandingkan Era Luhut Binsar dengan Sebelumnya

Tak Penuhi Target, Atlet Bandingkan Era Luhut Binsar dengan Sebelumnya
Odekta Elnvina Naibah saat menangis memeluk pelatihnya. (Foto: NOC Indonesia)
Jum'at, 20 Mei 2022 08:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
HANOI - Sebanyak 8 medali emas ditargetkan cabang olahraga atletik pada SEA Games 2021 Vietnam. Hingga Kamis (19/5/2022), atletik baru menyumbangkan 2 emas. Emas terakhir tersebut disumbangkan atlet marathon putri,  Odekta Elvina Naibaho.

Di hadapan awak media, Odekta memberikan kritik kepada induk cabang olahraga pimpinan Luhut Binsar Panjaitan tersebut. Menurut Odekta, kinerja Ketua Umum PB PASI tidak maksimal, berbeda jauh dengan yang pernah ditunjukkan oleh Almarhum Bob Hasan, Ketua Umum PB PASI sebelum Luhut terpilih.

Penyebabnya, sejauh ini dia harus berjuang maksimal sendiri serta bekerja keras meskipun tidak mendapatkan biaya dari PB PASI selama dua bulan. Dia merasa kecewa karena sejatinya sudah mengorbankan emosi, materi, masa muda dan keluarganya.

"Saya ingin menyampaikan bahwa jangan hanya peduli ketika kami berhasil, tetapi ketika gagal dibuang. Tolong untuk pengurus federasi dan apa pun yang bersangkut paut di kepengurusan," katanya.

Bahkan, Odekta membeberkan mulai dari urusan kecil seperti butuh untuk pijat, tidak diberikan. Kemudian, dia memilih untuk menyewa apartemen agar bisa fokus tinggal di Jakarta untuk melanjutkan TC yang sebelumnya berlangsung di Pangalengan, Jawa Barat tetapi invoice tagihan pengeluarannya untuk sewa apartemen itu tak di ganti oleh PB PASI, padahal seperti diketahui, pasca MoU dengan Kemenpora, pembiayaan keperluan atlet sudah dibayarkan melalui rekening PB PASI.

"Namun, buat apa mempermasalahkan itu sebelum ada hasil. Saya ingin memperlihatkan hasil dulu dan pengorbanan saya akhirnya terjawab ketika saya ikhlas. Ini pelajaran buat mereka, ayo kerja bersama-sama," tegasnya.

Bukan hanya Odekta, ada juga atlet lain yang enggan namanya disebut menilai bahwa ada perbedaan besar dalam pemenuhan fasilitas. Karena itu, dia kemudian teringat pada masa almarhum Bob Hasan.

"Kalau dahulu, kekurangan itu selalu bisa dipenuhi terlebih dahulu, jadi latihan nyaman. Kalau boleh membandingkan, beda memang di era sekarang dengan saat ketua yang dahulu," tuturnya.

Sayang, saat coba dikonfirmasi, manajer atletik SEA Games 2021 Aulia Ibrahim Ilyas belum memberikan penjelasan terkait keluhan atlet. Demikian juga dengan Sekjen PB PASI Tigor Tanjung yang tak kunjung mengangkat teleponnya saat dihubungi.

Memang, cabor atletik saat ini mengalami penurunan prestasi. Jika sebelumnya bisa meraih lebih dari tiga emas, kini hanya dua emas yang diraih. Siapa yang patut disalahkan, Ketua Umum Luhut Binsar Panjaitan atau pengurus lain yang memberikan masukan?* ***

wwwwww