Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
2
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
21 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
10 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
6
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
10 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Home  /  Berita  /  Kulim

Padang Edukasi Peternak Sapi Cegah Penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut

Padang Edukasi Peternak Sapi Cegah Penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut
Rabu, 18 Mei 2022 07:12 WIB
PADANG - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, melalui Dinas Pertanian memberikan edukasi langsung kepada peternak sapi di kota berpenduduk sekitar 900 ribu jiwa itu dalam upaya mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku.

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Syahrial Kamat di Padang, Selasa, mengatakan saat ini pihaknya belum menemukan penyakit mulut dan kuku pada sapi di kota tersebut.

"Kami lakukan pengawasan ke lapangan dan turun langsung kepada petani untuk melakukan pemeriksaan. Alhamdulillah sejauh ini memang belum kami temukan," kata dia.

Meski demikian, lanjutnya Dinas Pertanian melalui penyuluh, dokter hewan hingga kelompok tani memberikan sosialisasi dan edukasi agar peternak terlibat melakukan pemantauan terhadap sapi mereka.

"Jika ada sapi yang sakit maka segera dilaporkan kepada Dinas Pertanian untuk ditindaklanjuti," kata dia.

Menurut dia penyakit mulut dan kuku pada sapi ini diakibatkan virus yang dapat menyebar melalui udara dan sapi yang terdampak akan terlihat dengan jelas dengan ciri-ciri suhu tubuh meningkat, malas bergerak, terjadi infeksi di mulut, kuku serta puting susu.

"Ini yang coba kami edukasi agar petani waspada dengan hal tersebut dan menyiapkan kandang yang bersih, vitamin yang cukup serta melakukan isolasi terhadap sapi yang sakit," kata dia.

Ia menyebutkan jumlah sapi yang ada di Kota Padang sekitar 21. 000 ekor yang tersebar di 13 kelompok besar.

Sementara itu kebutuhan daging sapi potong di Kota Padang sebanyak 15-20 ekor per hari dan untuk Idul Adha biasanya dibutuhkan 7.100 hingga 7.200 ekor per hari.

"Dalam mengantisipasi penyakit ini kami juga melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel dari sejumlah kandang di daerah ini. Sejauh ini hasil laboratorium memang belum ditemukan dan kami terus lakukan pengawasan," kata dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Balai Kota, Binawidya, Kulim
wwwwww