Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
17 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
17 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Dalam Kondisi Lemas, Penerbang Paralayang Riau Ditemukan di Hutan Green Lawang Agam

Dalam Kondisi Lemas, Penerbang Paralayang Riau Ditemukan di Hutan Green Lawang Agam
Tim gabungan sedang mencari korban, Sabtu (7/5). (Antara/ho-bpbd agam)
Sabtu, 07 Mei 2022 17:03 WIB
LUBUKBASUNG – Penerbang Paralayang Riau, Galih Gani Irawan (16) yang sempat hilang selama 24 jam akhirnya ditemukan di kawasan hutan Green Lawang, Agam, Sumatera Barat dengan kondisi selamat pada Sabtu (7/5) sekitar pukul 12.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi Galih sudah lemas.

Kapolsek Matur Iptu Yance Mardi di Lubukbasung, Sabtu (7/5/2022) mengatakan,b korban ditemukan dalam kondisi lemas akibat tidak mendapatkan asupan makan selama 24 jam.

"Lokasi juga diguyur hujan dan kondisi suhu cukup dingin di daerah itu," katanya.

Ia mengatakan, korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang berasal dari Polres Agam, BPBD Agam, Basarnas Limapuluh Kota, Dandim 0304 Agam, PMI dan lainnya.

Warga Komplek Rajawali 5 Nomor 104 Lanud, Roesmin Rojadin AURI Kota Pekanbaru Provinsi Riau itu, langsung dibawa ke Puskesmas Matur untuk mendapatkan perawatan.

"Korban langsung dibawa ke Puskesmas Matur untuk mendapatkan perawatan," katanya.

Ia mengatakan, korban ditemukan dengan jarak empat kilometer dari Puncak Lawang atau lokasi lepas landas.

Pencarian korban dengan cara melakukan pengecekan titik posisi GPS telpon genggam milik korban.

Dari hasil pengecekan, posisi atlit itu sudah diketahui keberadaanya di dalam hutan daerah Jorong Sari Bulan, Nagari Tigo Balai Kecamatan Matur, Agam, atau sebelah utara dari Puncak Lawang.

Setelah upaya pencarian dilakukan, pada Sabtu (7/5) sekitar pukul 00.00 WIB atau dini hari Galih belum juga ditemukan, sehingga Dan TIM SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan proses pencarian sementara, karena cuaca hujan lebat dan berkabut.

"Pencarian dilakukan pada hari ini atau pada Sabtu (7/5)," katanya.

Dugaan awal, kejadian tersebut disebabkan oleh perubahan cuaca yang begitu cepat setelah korban melakukan take of dari Puncak Lawang Matur, sehingga ia kehilangan keseimbangan untuk landing kembali.

Atlet paralayang yang sudah memiliki sertifikat terbang SIM PL 1 ini hilang kendali berawal pada Jum'at (6/5) sekira pukul 11.00 WIB, korban take off dari lokasi Objek Wisata Puncak Lawang dengan tujuan landing Objek Wisata Danau Maninjau.

Setelah take off, sekitar pukul 11.45 WIB, tiba-tiba cuaca berubah dengan drastis dengan datangnya angin kencang dan kabut, sehingga parasut Galih terbawa angin dan tidak bisa dikendalikan untuk melakukan landing kembali.

Pada pukul 11.50 WIB, tambahnya, Galih sempat berkomunikasi dengan temannya melalui handy talky atau HT yang dibawanya.

“Saat komunikasi Galih mengatakan bahwa dirinya telah berhasil melakukan landing dengan selamat namun parasutnya tersangkut di sebuah pohon kayu di dalam hutan. Saat itu ia juga tidak mengetahui dimana posisi atau titik dirinya melakukan landing tersebut karena ia sendiri bukan warga setempat,” katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Marpoyan Damai
wwwwww