Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
15 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
15 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Marpoyan Damai

Mengenal Tradisi Rakik-rakik, Pengobat Rindu Perantau Agam di Kampung Halaman

Mengenal Tradisi Rakik-rakik, Pengobat Rindu Perantau Agam di Kampung Halaman
Rakik-rakik yang sedang berlayar di Danau Maninjau, Minggu (1/5/2022) malam. (antara/dok rudi yudistira)
Senin, 02 Mei 2022 13:24 WIB
LUBUK BASUNG - Para pemuda dari masing-masing kejorongan di Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyambut Idul Fitri 1443 Hijriyah dengan tradisi rakik-rakik yang terbuat dari bambu dan dipasang lampu untuk memeriahkan malam takbiran pada Minggu (1/5/2022) malam.

Ketua Pemuda Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Romi Pasla di Lubukbasung, Senin (2/5) mengatakan tradisi rakik-rakik dilaksanakan para pemuda yang merupakan utusan dari empat jorong di nagari itu.

"Hanya empat unit rakik-rakik yang baru selesai dan satu lagi dalam proses pembuatan," katanya.

Ia mengatakan, tradisi rakik-rakik malam Idul Fitri sebagai tradisi warisan masyarakat salingka Danau Maninjau.

Rakik-rakik itu dihiasi dengan berbagai dekorasi dan diberi lampu, sehingga menjadi menarik dilihat.

Ini menjadi kebiasaan masyarakat, pemuda dan perantau yang pulang kampung.

"Kebahagiaan kami adalah di saat perantau pulang, bisa menikmati keindahan karya seni rakik-rakik ini dan membuat mereka senang dan bahagia. Kerinduan kampung halaman terobati dengan tradisi rakik-rakik ini. Kesan ini jelas akan selalu menjadi obat rindu dan memberi kesan terindah saat hendak kembali ke rantau," katanya.

Sementara Pegiat Wisata Danau Maninjau Rudi Yudistira menambahkan pada tahun ini ada dua nagari atau desa adat yang mengadakan tradisi rakik-rakik itu.

"Selain empat rakik-rakik di Nagari Maninjau, juga ada tiga rakik-rakik dari Nagari Tanjung Sani dan acara puncak pada Senin (02/05) malam," katanya.

Ia mengakui, tradisi ini bisa menarik kunjungan wisata ke daerah itu dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Untuk itu, tradisi tersebut perlu dikemas sebaik mungkin ke depannya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Marpoyan Damai
wwwwww