Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
22 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
3 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Parlemen

Politisi PDIP Dukung Tito dan Jokowi Berani Tolak Calon Pj usulan Kepala Daerah

Politisi PDIP Dukung Tito dan Jokowi Berani Tolak Calon Pj usulan Kepala Daerah
Politisi PDIP Rifqinizamy Karsayuda dalam suatu kesempatan rapat DPR dengan Kemendagri di Senayan, Jakarta beberapa hari lalu. (gambar: tangkapan layar)
Sabtu, 09 April 2022 22:12 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rifqinizamy Karsayuda dalam rapat bersama Kemendagri di Jakarta beberapa waktu lalu, mendorong agar Presiden dan Mendagri berani menetapkan Pj (penjabat) kepala daerah sesuai dengan kebutuhan daerah, meski harus menolak calon Pj usulan kepala daerah sebelumnya.

"Saya mendukung, kalau Pak Tito berani, jangan semua diakomodir dari daerah," kata Politisi PDI Perjuangan itu sebagaimana dikutip GoSumbar.com, Sabtu (9/4/2022).

Kata Rifqi, kepala daerah yang akan habis masa jabatannya memang berhak untuk mengusulkan sekitar 3 nama untuk menjadi Pj kepala daerah, tapi pemerintah pusat harus memperhitungkan dengan cermat keberlangsungan roda pemerintahan daerah dan peta kerawanan konflik. Ia menengarai, calon-calon Pj usulan daerah akan sarat muatan politik.

"Kita harus punya peta terkait dengan daerah-daerah mana yang rawan, sedang, tidak rawan. Untuk kemudian Pak Tito dan Pak Presiden, menggunakan haknya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan untuk memberikan kepercayaan kepada kawan-kawan eselon 2 dan eselon 1 menjadi penjabat bupati, walikota dan gubernur di Indonesia," kata Rifqi.

Komisi II DPR, menurutnya, akan terus berpihak pada objektivitas dalam rangka menjalan roda pemerintahan di setiap daerah.

"Karena ini akan jadi sorotan publik, melaksanakan APBD, sebagian ada yang dua tahun, ada yang 1,5 tahun, dan itu tentu akan sangat mempengaruhi konstalasi bukan hanya pemerintah tapi juga politik di 2024," kata Rifqi.

Dalam kesempatan itu, Tito memastikan, pihaknya memang tidak akan 'tutup mata' dengan calon Pj yang diusulkan daerah.

"Saya sependapat, kita tidak hanya mengikuti apa usulan daerah kabupaten/kota, tidak hanya mengikuti keinginannya gubernur. Gubernur memang boleh mengajukan, mengusulkan. Saya sependapat, menurut Undang-Undang, diskresinya di presiden dan Mendagri," tegas Tito.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Balai Kota, Parlemen, Kampus
wwwwww