Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
18 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
18 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

TB Hasanuddin Minta Kasus Anak Buah Bohongi Panglima TNI Dijadikan Pelajaran

TB Hasanuddin Minta Kasus Anak Buah Bohongi Panglima TNI Dijadikan Pelajaran
Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. (Foto: Humas DPR)
Senin, 21 Maret 2022 20:40 WIB

JAKARTA - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa menangkap adanya kejanggalan pada kronologis penyerangan KKB di Pos Koramil Gome, Kabupaten Puncak, Papua, akhir Januari 2022 lalu.

Hasilnya, Jenderal Andika mendapatkan informasi bahwa Komandan Kompi dan Komandan Batalyon berbohong lantaran tidak memperhitungkan dan menyepelekan anggota saat bertugas.

Pada insiden tersebut, 3 anggota TNI gugur terkena tembakan KKB, yakni Serda Rizal, Pratu Tupas Barazza, dan Pratu Rahman.

Peristiwa ini pun turut disoroti Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Ia mengatakan, pada dasarnya peran Komandan Kompi dan Komandan Peleton sangat signifikan dalam menentukan keberhasilan tugas.

"Peran komandan bawahan terutama Komandan Kompi (Danki) dan Komandan Peleton (Danton) dalam menghadapi pertempuran dengan teknik gerilya itu sangat menentukan keberhasilan tugas," tegas Hasanuddin kepada wartawan, Senin (21/3/2022).

Legislator Fraksi PDI Perjuangan ini berpendapat, penempatan satuan di tempat yang kurang strategis sangat berbahaya bagi pasukan karena rawan disergap musuh.

Dalam hukum militer, kata dia, seorang perwira atau komandan sah-sah saja diseret ke Pengadilan Militer untuk dimintai pertanggungjawaban, dengan catatan harus melalui proses hukum yang benar.

"Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi satuan-satuan pendidikan agar benar-benar melatih prajurit yang akan ditugaskan, terutama dalam menggembleng mental dan ketrampilannya,” demikian Hasanuddin.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen, Binawidya
wwwwww