Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
19 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
9 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Hukum

Didukung 100 Guru, Pesisir Selatan Pacu Transformasi Pendidikan Lewat Sekolah Penggerak

Didukung 100 Guru, Pesisir Selatan Pacu Transformasi Pendidikan Lewat Sekolah Penggerak
Kepala Dinas Pendidikan Pesisir Selatan, Sumatera Barat Salim Muhaimin.
Senin, 21 Maret 2022 09:25 WIB
PAINAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terus melakukan transformasi pendidikan melalui sekolah penggerak berbasis program merdeka belajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Salim Muhaimin menyampaikan Pesisir Selatan telah memiliki satu angkatan peserta didik sekolah penggerak dengan dukungan dukungan lebih dari 100 orang guru tenaga pendidik.

"Jumlah guru itu sudah melebihi target atau syarat yang telah ditetapkan Kementerian Pendidikan Nasional," ungkapnya di Painan.

Program sekolah penggerak merupakan kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Nasional dan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan Indonesia maju, berdaulat, mandiri dan berkepribadian guna terciptanya Pelajar Pancasila.

Ia fokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter yang diali dengan sumber daya manusia kepala sekolah dan tenaga guru yang unggul.

Sekolah penggerak penyempurnaan dari program transformasi sekolah sebelumnya yang mengakselerasi sekolah di seluruh kondisi untuk bergerak lebih maju 1-2 tahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah menjadi penggerak.

Salim melanjutkan Pesisir Selatan telah memiliki 20 sekolah penggerak di jenjang pendidikan dasar (SD) dan sejumlah lainnya untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Ini akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat kami akan mengundang seluruh kepala Sekolah Dasar (SD) untuk mendeklarasikan transformasi sekolah penggerak," tuturnya.

Di sekolah penggerak tidak ada lagi kelas unggul dan siswa pintar, karena proses belajarnya telah berubah. Semua siswa bebas belajar sesuai minat dan bakat masing-masing sesuai kurikulum meredeka belajar.

Program tersebut kata Salim selaras dengan visi-misi Kabupaten Pesisir Selatan selama lima tahun ke depan menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing, tak hanya skala nasional tapi juga internasional.

Visi-misi bupati-wakil bupati itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026. Salah satu upaya pencapaiannya adalah melalui pendidikan gratis.

Dengan demikian semua anak mendapat pelayanan dasar yang sama pada bidang pendidikan, meski berbeda latar belakang ekonomi keluarganya. "Jadi, anak orang kaya dan orang miskin kesempatannya sama," sebut dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Hukum, Binawidya, Rumbai
wwwwww