Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
21 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
2 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Pukul KO Alex Silva, Adrian Mattheis Duduki Peringkat 5 Dunia

Pukul KO Alex Silva, Adrian Mattheis Duduki Peringkat 5 Dunia
Adrian Mattheis (Foto: ONE Championship)
Selasa, 15 Maret 2022 05:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Petarung Adrian Mattheis "Papua Badboy" mengukir prestasi di ajang ONE Championship. Dia sukses meraih kemenangan KO ronde kedua atas Alex Silva dari Brasil dalam pertarungan kelas bantam (56kg) di Singapura, Jumat (11/3/2022) lalu. Kesuksesan petarung asal Papua yang bernaung di Tigershark Fighting Academy ini mengantarkannya menembus peringkat lima besar dunia.

"Alex Silva yang dipukul KO oleh Adrian Mattheis itu bukan lawan sembarangan. Alex Silva pernah memegang sabuk juara dunia dan menduduki peringkat 5 dunia. Kemenangan ini mengantarkan Adrian Mattheis menjadi petarung Indonesia pertama yang menempati posisi peringkat lima dunia. Sebagai Ketua Papua Top Team, saya bangga atas prestasi yang telah dicatat Adrian Mattheis asal Papua," kata Dede Barabas yang juga Ketua Yayasan Harapan Papua Bersatu saat dihubungi di Jakarta, Senin (14/3/2022).

"Kesuksesan Adrian Mattheis ini bukan hanya bisa menjadi aspirasi bagi anak-anak Papua tetapi juga jadi role model bagi anak muda daerah lainnya yang ingin menekuni olahraga beladiri campuran," timpal Ketua Pengprov KBI DKI Jakarta, Yoko Arthi Budiman sekaligus pemilik Sasana Siam Papua Top Team yang menjadi tempat latihan Adrian Mattheis dalam menjalani persiapan.

"Semua kesukesan ini tidak terlepas dari doa dari mama dan papa di Sorong, Papua Barat. Dan, saya bersyukur bisa menjadi petarung Indonesia asal Papua yang mampu menembus peringkat 5 besar dunia," kata Adrian Mattehis.

Dengan hasil kemenangan ini, Adrian Mattheis yang berusia 29 tahun telah mencatat 10 kali menang dan 5 kalah (2 KO) sedangkan Alex Silva berusia 38 tahun dengan rekor 11 kemenangan dan 7 kali kalah (1 KO).

WartaPKU Adrian Mattheis saat nekeoasja
Adrian Mattheis saat nekeoasjab oukulan (ONE Championship)

Saat ini, juara kelas bantam ONE Championship dipegang petarung asal Filipina, Joshua Pacio. "Saya akan terus berlatih untuk mempersiapkan diri menghadapi pertarungan selanjutnya. Dan, saya siap menghadapi Joshua Pacio setiap saat. Karena, saya memang punya target mendapatkan sabuk juara dunia ONE Championship," tegas putra pertama dari dua bersaudara pasangan Philipus Mattheis dan Jusmin Tempomissa.

Ada yang menarik dari pria kelahiran Halmahera, Maluku Utara, 14 Mei 1993. Dia sangat menyayangi kedua orang tuanya. Bukan hanya sudah menghadiahkan sebuah rumah dari hasil bayaran pertarungannya di ONE Championship dan juga bonus perunggu SEA Games Filipina 2019 saat tampil memperkuat Tim Kickboxing Indonesia. Namun, dia sudah mengambil tanggung jawab membiayai pendidikan adiknya dan juga sepupunya yang sejak menjadi yatim piatu tinggal bersama kedua orangtuanya.

"Bapak saya hanya sopir mobil truck kelapa sawit di Sorong. Makanya, saya mengambil tanggung jawab dengan membiayai pendidikan adik perempuan saya dan juga sepupu yang sudah saya anggap adik sendiri. Dan, saya juga ingin mengumpulkan uang untuk membelikan mobil bagus buat kedua orang tua. Ini memang sudah niat saya sejak dulu," ungkapnya.

Bukan hanya sukses menjadi petarung, tetapi Adrian Mattheis juga sukses di pendidikan. Dia memiliki gelar S-1 perikanan. Bahkan, pegawai Perikanan ini ingin melanjutkan pendidikan untuk meraih S-2 Sumber Daya Perairan. "Saya ingin hidup bermanfaat dan bisa membangun Papua serta membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak Papua. Makanya, saya mau mengambil S-2 Sumber Daya Perairan," jelasnya.

Masa kecil Adrian Mattheis yang pernah menjadi juara Turnamen ONE Strawweight Indonesia pada 2016 diwarnai oleh latar belakang yang cukup pelih. Adrian Mattheis kecil turut merasakan dampak konflik Ambon yang membuat keluarganya pindah ke Sorong demi mencari kehidupan yang lebih baik.

Sebelum menekuni olahraga bela diri campuran, Adrian mengaku sempat bergabung ke klub sepak bola Persiram Raja Ampat junior. Dia menekuni bela diri, khususnya karate karena sering di bully saat duduk di bangku SMA dan perguruan tinggi sekitar tahun 2013.

Kegemaran Adrian akan seni bela diri kian menguat, saat dirinya bertemu dengan sosok Zuli Silawanto. Pelatin Tim Nasional (Timnas) Kickboxing pada Kejuaraan Kickboxing Dunia di Italia 2021 ini adalah sosok pelatih yang menjadi pelatih utamanya di Tigershark Fighting Academy. Berkat gemblengan Zuli Silawanto, Adrian Mattheis pun menjelma menjadi pribadi tangguh seperti sekarang. ***


wwwwww