Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Korban Gempa di Lubuk Panjang Kajai Talamau Pasbar Shalat di Reruntuhan Musala Rusak

Korban Gempa di Lubuk Panjang Kajai Talamau Pasbar Shalat di Reruntuhan Musala Rusak
Warga melaksanakan shalat zuhur di musala yang rusak akibat gempa di Lubuk Panjang, Nagari Kajai, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Selasa (8/3/2022). (antara foto/iggoy el fitra/tom)
Rabu, 09 Maret 2022 12:29 WIB
SIMPANG EMPAT – Warga korban gempa di Kampung Lubuk Panjang Kajai Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melaksanakan sholat di dalam Musala Babussalam yang rusak akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Lantai musala ini masih bisa digunakan untuk sholat. Dinding dan setengah dari atapnya roboh akibat gempa," kata salah seorang jamaah Zakirman (66), Rabu (9/3/2022).

Menurutnya warga Kampung Lubuk Panjang Kajai itu terpaksa melaksanakan sholat di dalam musholla yang runtuh, sebab rumah mereka hancur karena gempa.

Shalat yang dilaksanakan di musala yang runtuh itu cukup membahayakan jemaah karena slof, bata, dan atap musala sudah patah dan retak.

Musala itu, katanya merupakan salah satu musholla yang rusak bersama 120 rumah dan dua musholla lainnya akibat gempa.

Padahal, katanya Musala Babussalam baru saja dilakukan renovasi dengan sumbangan warga dan dermawan lainnya.

"Apa daya, musala ini hancur akibat gempa. Kami meminta ada bantuan untuk perbaikan musholla ini karena musholla ini merupakan tempat melaksanakan kegiatan ke Islaman bagi warga Lubuk Panjang," harapnya.

Ia menyebutkan musala ini pernah terbakar pada tahun 1983 dan pada 1984 kembali dibangun secara bertahap hingga saat ini.

Warga Lubuk Panjang lainnya Lastri Effendi (50) mengatakan di kampungnya sekitar 90 persen atau 120 rumah hancur akibat gempa.

Saat ini pihaknya tinggal di dalam tenda yang didirikan di depan rumah warga. Sebelumnya mereka pergi mengungsi ke lokasi pengungsian yang aman di Padang Villa Kajai.

"Selama lima hari kami pergi mengungsi. Saat ini kami sudah pulang dan tidur dalam tenda," ujarnya.

Mengenai kebutuhan sehari-hari sudah mencukupi dari bantuan pemerintah dan berbagai dermawan yang peduli kepada korban gempa.

"Saat ini yang kami butuhkan tambahan beras dan tenda. Selain itu juga lampu penerangan karena saat ini listrik masih padam," sebutnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Riau
wwwwww