Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
Gelanggang
22 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Waspadai Kebugaran Pemain Jelang Laga Perdana League Cup Kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC
2
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
3
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Capai 150 Persen Vaksinasi Bayi, Lampaui Target Imunisasi Kejar Nasional
4
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
Binawidya
22 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Buka MTQ Binawidya 2026 di Kampus Unri
5
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Home  /  Berita  /  Kuliner

Amati Perang Rusia-Ukraina, Taiwan Pede Hadapi China

Amati Perang Rusia-Ukraina, Taiwan Pede Hadapi China
Tentara Ukraina menembakkan artileri di Ukraina timur, 17 Desember 2021. (foto: ist./reuters)
Rabu, 09 Maret 2022 12:36 WIB
JAKARTA - Ahli strategi militer Taiwan sebagimana pemberitaan Rabu (9/3/2022), telah mempelajari cara Ukraina menahan invasi Rusia. Dengan cara ini, Taiwan menakar kepercayaan diri mengantisipasi serangan China terhadap mereka.

Taktik Ukraina menahan serangan rudal presisi Rusia dipelajari dengan cermat di lingkaran keamanan di Taiwan.

Saat ini, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah memperjuangkan gagasan "perang asimetris" untuk membuat pasukannya lebih mobile dan sulit diserang. Misalnya, dengan rudal yang dipasang di kendaraan.

Direktur Institut Pascasarjana Studi Urusan Militer China di Universitas Pertahanan Nasional Taiwan Ma Cheng-Kun mengatakan, Ukraina telah menggunakan konsep yang sama dengan senjata bergerak untuk menghalangi pasukan Rusia.

"Militer Ukraina telah memanfaatkan sepenuhnya perang asimetris, sangat efektif dan sejauh ini berhasil menahan kemajuan Rusia," kata Ma, penasihat pemerintah untuk kebijakan China, sebagaimana dikutip GoSumbar.com.

"Itulah tepatnya yang dikembangkan secara proaktif oleh angkatan bersenjata kami," katanya, menunjuk pada senjata seperti roket anti-armor bahu Kestrel yang ringan dan dikembangkan secara lokal yang dirancang untuk perang jarak dekat.

"Dari penampilan Ukraina, kami bisa lebih percaya diri dengan penampilan kami sendiri."***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kuliner
wwwwww