Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
20 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Tolak Isoman di Hotel, Farah Puteri Nahlia: DPR Harus Merakyat, Bukan Menambah Beban Negara

Tolak Isoman di Hotel, Farah Puteri Nahlia: DPR Harus Merakyat, Bukan Menambah Beban Negara
Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 30 Juli 2021 14:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Di tengah kesulitan semua lapisan masyarakat terdampak pandemi, tidak etis jika kemudian wakil rakyat meminta fasilitas khusus untuk isolasi mandiri (isoman).

Begitu tegas anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia menanggapi pemberian fasilitas isoman gratis di hotel berbintang untuk anggota DPR, ASN dan tenaga ahli di lingkungan DPR yang terpapar Covid-19 dengan dan/atau tanpa gejala.

Fasilitas paket isoman hingga sembuh didapati cukup lengkap dari makan 3 kali sehari, konsultasi dokter, vitamin, swab PCR, hingga binatu.

Neng Farah, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa wakil rakyat hadir bukan hanya karena adanya kontrak sosial antara masyarakat di suatu wilayah. Namun lebih dari itu, wakil rakyat memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap kesepakatan agung dengan rakyat untuk menjaga dan mewujudkan keadilan sosial serta mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat.

Akibat pandemi ini, pemerintah sedang mengalami kesulitan, sehingga seharusnya anggota DPR bisa lebih peka menempatkan kaki di sepatu masyarakat dan ikut andil membantu. "Bukan malah menambah beban negara. Dewan Perwakilan Rakyat sudah selayaknya merakyat. Jadi jangan sampai keputusan yang dikeluarkan justru melukai perasaan mereka," ujar politisi PAN ini kepada wartawan, Jumat (30/7).

Neng Farah yang mendengar berita fasilitas isoman dari media mengaku kaget. Seketika itu juga dia tegas menolak fasilitas isoman di hotel bagi anggota DPR, karena tidak sesuai dengan makna Pancasila. Di mana amanah seharusnya melahirkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama.

Dia justru meminta agar anggota DPR, ASN dan tenaga ahli diperlakukan sama sejajar dengan masyarakat lain jika terpapar Covid-19.

Jika menginginkan fasilitas di luar dari yang negara sediakan, maka biaya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing. "Kita sebagai wakil rakyat yang seharusnya memberi bukan meminta. Apalagi demi kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia," tegasnya.

DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat sudah seharusnya lebih peka dan berempati terhadap masyarakat di sekitar dengan hadir sebagai bagian dari solusi. "Jadi jelas sikap saya menolak dengan tegas dan mendorong pembatalan rencana pemberian fasilitas isoman di hotel bagi anggota DPR," tutupnya.***

wwwwww