Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
17 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
6 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Hyundai dan LG Investasi Rp 15,9 Triliun untuk Bangun Pabrik Baterai di RI

Hyundai dan LG Investasi Rp 15,9 Triliun untuk Bangun Pabrik Baterai di RI
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: Istimewa)
Kamis, 29 Juli 2021 14:34 WIB

JAKARTA - Konsorsium Hyundai yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution akan membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik di Indonesia dengan total nilai investasi sekitar US$ 1,1 miliar. Angka itu setara dengan Rp 15,9 triliun (kurs Rp 14.500).

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan apresiasinya kepada konsorsium atas terlaksananya kerja sama investasi tersebut. "Perjanjian kerja sama ini terealisasi dengan proses dan negosiasi yang panjang sehingga dapat menguntungkan semua pihak," kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Juli 2021.

Konsorsium Hyundai akan bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC). IBI selaku holding BUMN Baterai merupakan gabungan dari empat perusahaan pelat merah, yaitu PLN, Pertamina, MIND ID, dan Antam.

Menurut rencananya, fasilitas sel baterai akan mendorong kapasitas produksi hingga 10 giga watt Hour (GwH). Dengan kapasitas itu, pabrik baterai akan menyuplai kebutuhan kendaraan listrik produksi Hyundai.

Adapun dari total investasinya, pabrik baterai akan menyerap tenaga kerja sekitar seribu orang. Kerja sama investasi ini merupakan salah satu tahap dari keseluruhan rencana proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai US$ 9,8 miliar.

Saat ini kerja sama investasi sudah memasuki tahapan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Indonesia dan Korea Selatan. Hingga akhir tahun nanti, Kementerian Investasi menargetkan Hyundai sudah mulai melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking.

Dua hari lalu, Bahlil mengatakan groundbreaking pabrik baterai asal Korea Selatan tersebut sudah akan dilakukan pada Agustus. "Insya Allah Agustus ini ground breaking tahap pertama untuk pembangunan baterai mobil di Indonesia. Ini pertama kali di republik ini. Bukan kacang goreng," ujar Bahlil.

Bahlil memastikan pengembangan industri mobil listrik terus berjalan. Hyundai Group, kata Bahlil, akan menyelesaikan proses pembangunan pabrik mobil listriknya di Tanah Air pada Maret 2022 sehingga Indonesia segera memiliki produsen kendaraan ramah energi. Menurut Bahlil, realisasi investasi asing terus berjalan kendati pandemi Covid-19.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Balai Kota, Pasar & Niaga
wwwwww