Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
3 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Peristiwa Kudatuli, Sabtu Kelabu di Kerusuhan 27 Juli di Kandang Banteng

Peristiwa Kudatuli, Sabtu Kelabu di Kerusuhan 27 Juli di Kandang Banteng
Peristiwa Kudatuli adalah akronim dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (27 Juli) yang terjadi di Jakarta pada 1996. (Foto: AFP PHOTO)
Selasa, 27 Juli 2021 13:28 WIB

JAKARTA - Peristiwa Kudatuli adalah akronim dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (27 Juli) yang terjadi di Jakarta pada 1996. Peristiwa Kudatuli juga dikenal dengan Sabtu kelabu.

Kerusuhan ini berlangsung di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (DPP PDI) di Jalan Diponegoro nomor 58, Jakarta Pusat. Bentrokan ini dilatarbelakangi oleh konflik internal di PDI.

Saat itu, terdapat dualisme kepemimpinan di PDI antara Ketua Umum PDI hasil kongres Medan Soerjadi dan Ketua Umum hasil kongres Surabaya pada 1993, Megawati Soekarnoputri.

Peristiwa Kudatuli pada Sabtu 27 Juli 1996, mulai berlangsung sekitar pukul 01.00 dini hari. Sejumlah kendaraan polisi terlihat lalu lalang di sekitar Gedung DPP PDI.

Memasuki pukul 05.00 pagi, sejumlah rombongan PDI pro Soerjadi mulai mendatangi gedung dan membuat kegaduhan dengan massa pendukung Megawati.

Bentrokan kedua kubu pun memanas dan situasi semakin mencekam. Massa juga membakar sejumlah spanduk-spanduk di area gedung. Fasilitas gedung pun dirusak.

Kerusuhan semakin meluas. Aksi pembakaran juga dilakukan ke area sekitar gedung. Hari yang sudah siang pun tampak kelabu karena asap yang membumbung tinggi. Korban pun mulai berjatuhan.

Satuan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ikut turun tangan dalam menangani kerusuhan tersebut. Massa baru bisa dipukul mundur sekitar pukul 01.00 dini hari berikutnya.

Komnas HAM mencatat lima orang tewas, 149 luka-luka, dan 23 orang hilang. Peristiwa Kudatuli juga menjadi cikal bakal PDI Perjuangan.

Penyelesaian Peristiwa Kudatuli.

Pasca kerusuhan, penyelidikan langsung dilakukan. Hasil penyelidikan mendapati Soerjadi dan sejumlah jajarannya terlibat dalam Peristiwa Kudatuli. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dan dipenjara berdasarkan putusan pengadilan.

Namun menurut Komnas HAM, sejumlah perwira militer ikut terlibat dalam peristiwa ini dan belum diadili. Penyelesaian Peristiwa Kudatuli masih terus berlangsung hingga saat ini. Itulah Peristiwa Kudatuli, peristiwa kelabu yang terjadi pada 27 Juli 1996.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww