Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
8 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ratusan Pemuda Diringkus Polisi Usai Rusuh Menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan

Ratusan Pemuda Diringkus Polisi Usai Rusuh Menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan
Unjuk rasa warga menolak PPKM Darurat di Kota Pasuruan, Jawa Timur, berakhir ricuh. Pos polisi dirusak dan ratusan orang diamankan Polres Pasuruan Kota. (Foto/iNews)
Jum'at, 16 Juli 2021 06:30 WIB

PASURUAN - Perusakan pos polisi terjadi di Kota Pasuruan, Jawa Timur, saat ratusan pemuda menggelar aksi demonstrasi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Rabu (15/7/2021).

Ratusan pemuda dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, hingga Probolinggo, menggelar aksi demonstrasi menolak PPKM Darurat di Kantor Pemkot Pasuruan. Mereka menilai PPKM Darurat merugikan masyarakat.

Saat melakukan aksi demonstrasi, tiba-tiba para pemuda yang membawa keranda mayat tersebut langsung bertindak brutal dan melakukan aksi pelemparan hingga merusak pos polisi. Petugas kepolisian yang berjaga, juga tak luput dari serangan demonstran.

Tidakan tegas langsung diambil petugas dari Polres Pasuruan Kota. Para peserta aksi yang bertindak brutal langsung ditindak tegas, mereka ditangkap dan digiring ke Polres Pasuruan Kota.

Kapolres pasuruan Kota, AKBP Arman mengaku sangat menyesalkan adanya tindakan brutal dari peserta aksi di tengah pandemi COVID-19. "Kami menyesalkan tindakan brutal yang mereka lakukan, hingga membuat gaduh di masyarakat," tuturnya.

Hingga saat ini Arman mengaku masih memeriksa para peserta aksi demonstrasi yang bertindak brutal masih menjalani pemeriksaan. Polisi juga masih memburu otak pelaku dari aksi brutal tersebut, serta pelaku penyebar pamflet aksi penolakan PPKM Darurat yang beredar di media sosial.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww