Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
24 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
22 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
24 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
3 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Soal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Okto: Grand Desain Olahraga Nasional Jadi Sorotan dan Poin Positif

Soal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Okto: Grand Desain Olahraga Nasional Jadi Sorotan dan Poin Positif
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohar saat rapat virtual dengan Ketua Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan . IOC, Kristin Kloster Aasen
Rabu, 26 Mei 2021 14:46 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberikan apresiasi positif terhadap kinerja Indonesia dalam proses pencalonan tuan rumah Olimpiade 2032. Hal ini diutarakan Ketua Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan IOC, Kristin Kloster Aasen pada rapat virtual lanjutan bersama Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Selasa (25/5/2021) malam WIB.

“Kami mendapat gestur positif dari Aasen. Beliau terkesan dengan presentasi Indonesia dan dinilai memiliki progres yang cepat sejak paparan pertama pada Februari lalu,” kata Ketua NOC Indonesia ex-officio Ketua Pelaksana Indonesia Bid Committee Olympic Games (INABCOG) Raja Sapta Oktohari, Rabu (26/5/2021).

Okto, sapaan karib Raja Sapta, memimpin paparan Indonesia di hadapan Komisi Tuan Rumah Masa Depan Olimpiade IOC. Ia didampingi Sekretaris Jenderal NOC Indonesia ex-officio Wasekjen Pelaksana INABCOG Ferry J Kono, Wasekjen I NOC Indonesia Wijaya Noeradi, Wasekjen IV NOC Indonesia Daniel Loy, anggota Komisi Eksekutif Teuku Arlan Perkasa, Rafiq Hakim Radinal, Indra Gumulya, serta Richard Sam Bera, Desra Firza Ghazfan, Bernie Djonoputro, dr Nino Susanto, dan Idham Bachtiar Setiadi.

Mereka mempresentasikan progres yang telah dikerjakan Indonesia dalam mengikuti proses bidding tuan rumah Olimpiade 2032. Selain paparan terkait kesiapan sejumlah venue serta rancangan proyek Olimpiade, Indonesia juga menjelaskan Grand Design Pembinaan Prestasi Olahraga yang disusun Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hingga 2045.

“Grand Design yang telah dibuat Kemenpora menjadi sorotan dan poin positif di mata IOC. Secara keseluruhan, Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan mengatakan tidak menemukan kesalahan dalam proposal bidding Indonesia. Mereka juga menyatakan bahwa kita adalah kandidat yang sangat baik untuk menjadi tuan rumah Olimpiade usai melihat potensi besar yang ada di Indonesia,” ujar Okto.

Rapat virtual semalam merupakan pertemuan lanjutan proses bidding Olimpiade antara Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan IOC dengan Indonesia yang berstatus continuous dialogue. Indonesia sendiri dalam jalur tepat mengejar Brisbane yang telah mendapatkan status targeted dialogue karena telah memulai proses bidding lebih dulu.

Berdasarkan respon positif yang diterima dari Komisi Tuan Rumah Masa Depan Olimpiade, Okto meyakini Indonesia dapat mewujudkan misi menjadi tuan rumah Olimpiade. Terlebih, pendekatan bidding Olimpiade terbaru yang diterapkan IOC saat ini menggunakan sistem dialog dan memungkinkan peningkatan fleksibelitas serta kerja sama di tingkat bilateral.

“Kami memiliki beberapa poin dari pertemuan semalam dan akan terus melibatkan pemangku kebijakan di Indonesia atas akselerasi yang telah dicapai NOC Indonesia sehingga dapat mendorong komunikasi dan relasi dengan IOC di masa depan.

Selanjutnya, kami berharap dapat bekerja sama dengan IOC dalam mengembangkan proposal yang telah kami ajukan dan semoga bisa menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade pertama di Asia Tenggara,” kata Okto. ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww